AKTUALITA.CO.ID – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengajak seluruh pegawai Kementerian Keuangan untuk mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam setiap aspek pelaksanaan tugas, khususnya dalam pengelolaan keuangan negara. Ajakan tersebut disampaikan saat memimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di lingkungan Kementerian Keuangan, Senin (1/6/2026).
Dalam amanatnya, Menkeu menekankan bahwa Pancasila bukan hanya dasar negara, tetapi juga menjadi landasan moral dan pedoman bagi aparatur negara dalam menjalankan pengabdian kepada masyarakat.
“Pancasila harus menjadi panduan dalam setiap langkah dan keputusan yang kita ambil sebagai pelayan publik,” ujarnya.
Mengangkat tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, peringatan tersebut menjadi momentum untuk meneguhkan kembali komitmen terhadap nilai-nilai persatuan, kemanusiaan, musyawarah, keadilan, dan perdamaian yang terkandung dalam Pancasila.
Menurut Menkeu, di tengah tantangan global yang semakin kompleks, seperti ketidakpastian geopolitik, tekanan ekonomi, serta perkembangan teknologi yang cepat, Pancasila tetap relevan sebagai landasan dalam menjaga arah pembangunan nasional agar tetap berpihak kepada rakyat.
Ia menegaskan bahwa bagi Kementerian Keuangan, nilai-nilai Pancasila harus tercermin dalam kebijakan fiskal maupun pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). APBN, kata Menkeu, merupakan amanat masyarakat yang harus dikelola secara transparan, akuntabel, dan bertanggung jawab demi meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Selain itu, Menkeu juga menyampaikan pesan Presiden Prabowo Subianto mengenai pentingnya menghidupkan kembali semangat Pasal 33 UUD 1945 melalui penerapan Ekonomi Pancasila. Konsep tersebut menempatkan negara, pelaku usaha, koperasi, dan masyarakat dalam kerja sama untuk mencapai kemakmuran bersama.
Dalam kesempatan yang sama, Menkeu mengingatkan seluruh pegawai agar terus menjaga integritas dan profesionalisme. Menurutnya, kepercayaan publik merupakan aset yang harus dijaga melalui pelayanan yang baik dan komitmen terhadap tata kelola yang bersih.
Ia juga menekankan pentingnya reformasi birokrasi yang berorientasi pada pelayanan, penyederhanaan proses, serta penguatan pengawasan untuk memastikan setiap kebijakan pemerintah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Menutup amanatnya, Menkeu mengajak seluruh insan Kementerian Keuangan untuk memperkuat semangat gotong royong dan menghilangkan ego sektoral. Ia menegaskan tiga komitmen utama yang harus terus dijaga, yaitu menjaga integritas, meningkatkan kualitas pelayanan, dan memperkuat persatuan dalam menjalankan tugas negara.
“Jadikan Pancasila sebagai nilai yang hidup dalam setiap keputusan dan tindakan kita sehari-hari,” pungkasnya.
(Deni Supriadi)









