AKTUALITA.CO.ID – Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor menggelar kegiatan sosialisasi penyusunan Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) dalam pengelolaan Dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) untuk jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Tahun Anggaran 2026.
Kegiatan sosialisasi tersebut dilaksanakan di Aula SMP Negeri 1 Rumpin, dan diikuti oleh 77 lembaga PAUD dari berbagai wilayah di Kabupaten Bogor.
Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pendidikan Kesetaraan (PDPK) PAUD Dikmas Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor Jaja Sujai mengatakan bahwa sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang komprehensif kepada pengelola satuan pendidikan terkait penyusunan RKAS Dana BOSP PAUD.
“Hari ini kita kembali melaksanakan kegiatan sosialisasi RKAS Dana BOSP jenjang PAUD di Aula SMPN 1 Rumpin. Kegiatan ini diikuti oleh 77 lembaga PAUD,” ujar Jaja Sujai kepada Aktualita.co.id, Kamis (8/1/26).
Ia menjelaskan, RKAS BOSP PAUD menjadi instrumen penting dalam merencanakan, mengelola, serta mempertanggungjawabkan penggunaan dana bantuan secara transparan, akuntabel, efektif, dan efisien guna meningkatkan mutu pendidikan serta aksesibilitas layanan PAUD.
“Penyusunan RKAS mencakup perencanaan kegiatan pembelajaran, kebutuhan operasional, hingga peningkatan sarana dan prasarana yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing satuan pendidikan dan tetap berpedoman pada regulasi pemerintah,” jelasnya.
Selain itu, Jaja Sujai juga menekankan pentingnya transparansi dalam pengelolaan Dana BOSP. Ia meminta seluruh lembaga pendidikan, termasuk PKBM di Kabupaten Bogor, agar terbuka dan bertanggung jawab dalam penggunaan anggaran tersebut.
“Kami ingin memastikan pengelolaan Dana BOSP dilakukan secara terbuka, sesuai ketentuan, dan mudah dalam proses pelaporannya,” ucapnya.
Menurutnya, RKAS BOSP PAUD berperan strategis dalam memastikan bantuan pemerintah dimanfaatkan secara optimal demi tercapainya tujuan pendidikan yang lebih baik.
“Kami berharap dana bantuan dari pemerintah ini dapat dialokasikan sesuai peruntukannya dan benar-benar membantu pembiayaan operasional sekolah, sehingga layanan pendidikan PAUD semakin mudah diakses oleh masyarakat,” pungkasnya.
(Retza)









