AKTUALITA.CO.ID – Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Barat menyatakan dukungan penuh terhadap rencana Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk meluncurkan program Sekolah Maung (Manusia Unggul) yang dijadwalkan resmi diluncurkan pada tahun 2026 dan mulai beroperasi pada 2027.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Purwanto, mengatakan bahwa Sekolah Maung dirancang sebagai upaya strategis untuk mencetak sumber daya manusia unggul dan berdaya saing di masa depan.
“Ya, tahun 2026 ini Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, akan meluncurkan Sekolah Maung (Manusia Unggul) yang mulai dioperasionalkan pada tahun 2027,” ujar Purwanto, Senin (12/1/2026).
Menurutnya, Sekolah Maung akan membuka enam jurusan strategis yang disesuaikan dengan kebutuhan pembangunan dan potensi daerah di Jawa Barat. Enam jurusan tersebut meliputi Teknologi Informasi, Otomotif, Pertanian, Olahraga, Elektro, dan Kelautan.
“Sekolah Maung hadir untuk menyiapkan generasi unggul yang memiliki keterampilan dan daya saing tinggi,” jelasnya.
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah menyampaikan rencana peluncuran Sekolah Maung atau Sekolah Manusia Unggul pada Tahun Ajaran 2026/2027.
Hal itu disampaikan langsung oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang meminta Disdik Jabar segera mempersiapkan pelaksanaan program tersebut.
“Dinas Pendidikan tahun depan atau tahun ini kita bikin sekolah maung (manusia unggul), ya,” ujar Dedi Mulyadi kepada Purwanto dalam sebuah video yang diunggah melalui akun Instagram resmi @disdikjabar, Rabu (7/1/2026).
Orang nomor satu di Jawa Barat itu menegaskan bahwa Sekolah Maung akan fokus pada enam jurusan utama yang menjadi tulang punggung pembangunan daerah. “Sekolah Maung ini akan ada enam jurusan, yaitu Teknologi Informasi, Otomotif, Pertanian, Olahraga, Elektro, dan Kelautan,” ungkapnya.
Dedi Mulyadi berharap program Sekolah Maung dapat segera direalisasikan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Jawa Barat. Ia juga menegaskan komitmennya untuk menjalankan program tersebut secara bertanggung jawab.
“Ingat, pemimpin itu bertanggung jawab. Kita berusaha menyelesaikan program ini pada periode kepemimpinan saya, bukan untuk membebani generasi berikutnya,” tegasnya.
Lebih lanjut, Dedi Mulyadi menyampaikan bahwa Pemprov Jabar akan terus berupaya mengoptimalkan program Sekolah Maung agar dapat diakses dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.
“Walaupun kita terus berusaha, mudah-mudahan tidak jadi pinjam. Siapa tahu ada rezekinya,” pungkasnya.
(Pandu)









