AKTUALTA.CO.ID – Ekosistem Situ Citongtut di Desa Cicadas, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, mengalami kerusakan parah. Ribuan ikan berbagai jenis ditemukan mati mengapung di permukaan air sejak Sabtu (24/1/2026), yang diduga kuat akibat terpapar limbah industri beracun.
Inisiator Gerakan Pungut Sampah (GPS), Aditia Putra, mengungkapkan bahwa tanda-tanda pencemaran mulai terlihat sejak Jumat, sesaat setelah wilayah tersebut diguyur hujan deras dengan intensitas tinggi.
“Awalnya hujan deras Kamis malam. Hari Jumat warna air mulai berubah drastis, dan puncaknya hari Sabtu ribuan ikan sudah mati mengapung,” ujar Aditia kepada Aktualita.co.id, Senin (26/1/2026).
Aditia menegaskan bahwa kematian massal ini bukan disebabkan oleh faktor alami atau turbulensi dasar air akibat hujan (arus balik). Indikasi kuat mengarah pada tindakan sengaja oleh pihak tidak bertanggung jawab.
“Kami menduga kuat ini ulah perusahaan nakal yang memanfaatkan momen hujan untuk membuang limbah secara ilegal melalui kran bebas. Mereka sengaja menghindari pengelola limbah pihak ketiga demi menekan biaya produksi,” tegasnya.
Dampak dari dugaan pencemaran ini terbilang fatal. Ikan yang mati tidak hanya didominasi oleh ikan sapu-sapu yang dikenal tahan banting, tetapi juga merambah ke komoditas warga dan habitat asli lainnya.
“Bukan cuma sapu-sapu, tapi ikan sepat, betok, mujair, hingga gabus ikut mati. Bahkan ikan lele di keramba milik warga dan belut pun tidak selamat. Ini bukti pencemarannya sangat serius,” tambah Aditia.
Masyarakat dan aktivis lingkungan kini mendesak dinas terkait untuk segera turun tangan mengambil sampel air dan menindak tegas perusahaan yang terbukti membuang limbah ke aliran yang bermuara di Situ Citongtut.
(Pandu)









