AKTUALITA.CO.ID – Dewan Pengurus Kecamatan (DPK) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor, menegaskan komitmennya dalam membina dan memberdayakan generasi muda melalui program ketahanan pangan.
Ketua DPK KNPI Kecamatan Jasinga Ama Derry menyampaikan, program kerja organisasi telah disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi wilayah.
“Kalau berbicara rencana kerja, kami sudah menyesuaikan dengan kondisi di lapangan. Ada dua hal utama yang akan kami dorong, yaitu pembinaan dan pemberdayaan pemuda. Keduanya harus berjalan selaras agar hasilnya optimal,” ujarnya kepada Aktualita.co.id, Kamis (19/3/2026).
Menurutnya, pembinaan menjadi langkah awal dalam membentuk karakter generasi muda. Setelah itu, pemberdayaan dilakukan agar pemuda mampu mandiri secara ekonomi maupun sosial.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa saat ini DPK KNPI Jasinga memfokuskan programnya pada sektor ketahanan pangan. Salah satu langkah konkret yang telah dilakukan adalah kegiatan penanaman padi menjelang bulan Ramadan sebagai bagian dari upaya memperkuat kemandirian pangan.
“Kami ingin mendorong ketahanan pangan yang bersifat mandiri. Artinya, mulai dari pupuk hingga bibit diupayakan berasal dari internal KNPI. Tujuannya agar para petani bisa berdikari,” jelasnya.
Dalam pelaksanaannya, kata Ama Derry, DPK KNPI Jasinga turut menggandeng kelompok tani di Desa Bagoang. Kolaborasi ini dipilih karena kelompok tani tersebut dinilai memiliki semangat tinggi serta mampu bertahan di tengah berbagai tantangan.
Ia mengungkapkan, pada tahun 2020 wilayah Jasinga sempat dilanda banjir yang berdampak pada terganggunya pasokan air di sejumlah desa, khususnya dari aliran irigasi Sendung Cidurian.
Meski demikian, para petani di Desa Bagoang tetap berinovasi dengan menanam sorgum sebagai alternatif di tengah keterbatasan air.
“Petani di sana tetap berinovasi, salah satunya dengan menanam sorgum karena kondisi lahan yang kering. Ini menjadi contoh semangat kemandirian yang ingin kami dorong,” ungkapnya.
Seiring dengan membaiknya kondisi, terutama setelah curah hujan meningkat dan debit air kembali normal, sebagian lahan pertanian kini mulai kembali digarap oleh masyarakat.
Ia juga menambahkan bahwa potensi lahan di Kecamatan Jasinga masih sangat besar. Sejumlah lahan kosong, baik milik SHGU maupun Perhutani, dinilai belum dimanfaatkan secara optimal dan dapat menjadi peluang bagi pemuda untuk terjun ke sektor pertanian.
“Di Jasinga belum banyak industri, sehingga kami melihat pertanian sebagai sektor yang paling potensial. Pemuda harus kita arahkan ke sana, tidak hanya dibina, tetapi juga diberdayakan sesuai dengan kondisi wilayah,” katanya.
Saat ini, DPK KNPI Kecamatan Jasinga memprioritaskan pengembangan komoditas padi dan jagung melalui kegiatan swadaya. Program ini diharapkan mampu menumbuhkan semangat juang pemuda dalam menghadapi berbagai keterbatasan.
“Walaupun dalam kondisi kekurangan, pemuda harus tetap memiliki semangat. Itulah yang ingin kami bangun melalui program ini,” pungkasnya.
(Retza)









