AKTUALITA.CO.ID – Kadar gula darah menjadi salah satu indikator penting dalam menjaga kesehatan, terutama bagi kelompok lanjut usia (lansia). Para ahli kesehatan menegaskan bahwa rentang gula darah normal pada lansia dapat berbeda dibandingkan dengan orang dewasa muda, seiring perubahan kondisi tubuh dan adanya penyakit penyerta.
Secara umum, kadar gula darah normal saat puasa pada lansia sehat berada di bawah 100 mg/dL, sementara dua jam setelah makan berada di bawah 140 mg/dL. Namun demikian, angka tersebut tidak bersifat mutlak. Pada lansia dengan kondisi kesehatan tertentu, seperti penyakit kronis atau gangguan kognitif, target gula darah bisa lebih longgar, yakni berkisar antara 90–130 mg/dL hingga 90–150 mg/dL.
Perbedaan ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk menurunnya sensitivitas tubuh terhadap insulin seiring bertambahnya usia. Insulin sendiri merupakan hormon yang berfungsi membantu sel tubuh menyerap glukosa dari darah. Selain itu, konsumsi obat-obatan serta adanya penyakit penyerta seperti gangguan jantung atau ginjal turut memengaruhi kadar gula darah pada lansia.
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menyebutkan bahwa penyesuaian target gula darah pada lansia penting dilakukan untuk menghindari risiko hipoglikemia atau kadar gula darah yang terlalu rendah. Kondisi ini dinilai berbahaya karena dapat memicu pusing, lemas, hingga risiko jatuh pada lansia.
Sejumlah faktor lain juga turut memengaruhi fluktuasi gula darah, seperti pola makan, aktivitas fisik, tingkat stres, serta kualitas tidur. Oleh karena itu, pemantauan kadar gula darah secara rutin menjadi langkah penting guna mendeteksi dini potensi gangguan kesehatan.
Jika tidak terkontrol, kadar gula darah yang tinggi dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko komplikasi serius, mulai dari penyakit jantung, kerusakan ginjal, gangguan penglihatan, hingga kerusakan saraf.
Untuk menjaga gula darah tetap stabil, lansia disarankan menerapkan pola hidup sehat. Di antaranya dengan mengonsumsi makanan seimbang kaya serat, rutin beraktivitas fisik sesuai kemampuan seperti berjalan kaki, serta disiplin menjalani pengobatan sesuai anjuran tenaga medis.
Selain itu, menjaga kualitas tidur, mengelola stres, dan rutin melakukan pemeriksaan kesehatan juga menjadi bagian penting dalam pengelolaan gula darah.
Dengan memahami perbedaan kebutuhan dan kondisi tubuh, pengelolaan gula darah pada lansia dapat dilakukan secara lebih tepat. Konsultasi rutin dengan tenaga medis tetap menjadi kunci utama untuk menentukan target gula darah yang sesuai dan mencegah komplikasi di masa depan.
(Deni Supriadi)









