AKTUALITA – Direktorat Pendidikan Profesi Guru (PPG), Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pembimbingan dan Pendampingan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) bagi Pendidikan Profesi Guru (PPG) Calon Guru. Kegiatan ini dilaksanakan dalam dua tahap, yaitu pada 3–5 Juni 2026 dan 9–11 Juni 2026 di Jakarta.
Sebanyak 285 peserta yang terdiri atas Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dan Guru Pamong (GP) dari 145 Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) mengikuti kegiatan tersebut. Bimtek menghadirkan narasumber dari sejumlah perguruan tinggi penyelenggara PPG, yakni Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Pendidikan Indonesia, dan Universitas Negeri Malang.
Direktur Pendidikan Profesi Guru, Ferry Maulana Putra, menekankan bahwa keberhasilan Praktik Pengalaman Lapangan tidak hanya bergantung pada kesiapan mahasiswa PPG, tetapi juga pada kualitas pembimbingan yang diberikan oleh para mentor di lapangan.
“Dosen Pembimbing Lapangan dan Guru Pamong memiliki peran strategis dalam membentuk calon guru yang profesional, reflektif, dan mampu menghadirkan pembelajaran yang berkualitas,” ujarnya.
Selama kegiatan berlangsung, peserta memperoleh penguatan materi mengenai konsep, mekanisme, serta strategi pelaksanaan PPL sesuai kurikulum dan panduan yang berlaku. PPL dipandang sebagai tahapan penting dalam pendidikan profesi karena menjadi wadah bagi calon guru untuk mengintegrasikan kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian melalui pengalaman nyata di sekolah.
Kolaborasi antara LPTK dan satuan pendidikan menjadi salah satu fokus utama dalam pelaksanaan PPL. Oleh karena itu, DPL dan Guru Pamong diharapkan mampu membangun proses mentoring yang efektif, memberikan umpan balik yang konstruktif, serta mendampingi calon guru dalam mengembangkan kompetensi secara optimal.
Sebagai tindak lanjut kegiatan, seluruh peserta diwajibkan melakukan diseminasi kepada rekan sejawat dan mengimplementasikan hasil bimtek dalam pembimbingan PPL di masing-masing wilayah. Implementasi tersebut mencakup tahapan pra-PPL, pelaksanaan, hingga refleksi kegiatan secara sistematis sesuai panduan yang telah ditetapkan.
Selain itu, peserta juga diminta melakukan dokumentasi dan evaluasi sebagai bagian dari aksi nyata untuk memastikan pelaksanaan PPL berjalan sesuai standar dan tujuan program. Refleksi terhadap berbagai capaian dan tantangan selama pendampingan menjadi langkah penting dalam upaya peningkatan kualitas pembelajaran di masa mendatang.
Melalui kegiatan ini, Direktorat PPG berharap tercipta kesamaan persepsi dan standar layanan pembimbingan PPL di seluruh Indonesia. Dengan dukungan Dosen Pembimbing Lapangan dan Guru Pamong yang kompeten, program PPG diharapkan semakin mampu menghasilkan guru profesional yang siap memberikan layanan pendidikan berkualitas bagi peserta didik Indonesia.Versi ini lebih bernuansa berita media resmi dengan struktur judul, lead, isi, kutipan, dan penutup yang berbeda dari naskah asli namun tetap mempertahankan substansi utama.
(Deni Supriadi)









