AKTUALITA.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Bogor menargetkan proses pembebasan lahan untuk pembangunan jalan tambang di wilayah Bogor Barat dapat rampung sepenuhnya pada tahun 2026.
Langkah ini dinilai sebagai solusi strategis untuk mengurai persoalan lalu lintas akibat aktivitas kendaraan tambang yang kerap bercampur dengan pengguna jalan umum.
Bupati Bogor Rudy Susmanto menegaskan, pihaknya telah menetapkan target jelas agar tahapan pembangunan fisik dapat segera dimulai setelah pembebasan lahan selesai.
“Target kami adalah tahun 2026 pembebasan lahan sudah terbayarkan dan selesai 100 persen. Setelah itu, tahapan pembangunan dapat segera dilaksanakan,” ujarnya.Selasa (05/05/26).
Menurutnya, pembangunan jalan tambang merupakan salah satu kebijakan yang diambil bersama DPRD Kabupaten Bogor sebagai upaya mencari jalan tengah antara kepentingan industri pertambangan dan kenyamanan masyarakat pengguna jalan.
Ia menjelaskan, keberadaan jalan khusus tambang diharapkan mampu meminimalisir gangguan lalu lintas saat aktivitas pertambangan kembali beroperasi.
Dengan begitu, kendaraan tambang tidak lagi melintas di jalur umum yang selama ini sering menimbulkan kemacetan hingga potensi kecelakaan.
Lebih lanjut, Rudy menyoroti keragaman karakteristik wilayah Bogor yang memiliki potensi berbeda-beda, mulai dari sektor pertanian, pertambangan, pariwisata hingga perniagaan.
“Bogor memiliki topografi dan potensi wilayah yang beragam. Maka dalam membangun, kita membutuhkan dukungan dari semua pihak,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, terutama dalam hal kebijakan yang berada di luar kewenangan pemerintah kabupaten, termasuk regulasi terkait aktivitas pertambangan.
Dalam prosesnya, kata Rudy, pembebasan lahan dilakukan melalui tahapan appraisal atau penilaian harga lahan yang saat ini tengah berjalan. Nantinya, akan ditentukan lahan mana yang dibayarkan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bogor yang telah disetujui DPRD, serta lahan yang dihibahkan oleh pihak swasta atau tokoh masyarakat setempat.
“Pada saat appraisal berjalan, akan terlihat titik lokasi mana yang dibayarkan menggunakan APBD dan mana yang dihibahkan langsung oleh pengusaha atau tokoh di wilayah Bogor Barat,” tandasnya.
(Retza)








