AKTUALITA.CO.ID – Momentum peringatan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 diwarnai aksi demonstrasi besar-besaran yang dilakukan ribuan warga dari wilayah selatan Kabupaten Bogor. Aksi tersebut terjadi di depan Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Bogor, Kamis (4/6/2026).
Aksi tersebut digelar oleh warga masyarakat Cigombong, Cijeruk, dan sejumlah elemen masyarakat yang tergabung dalam Himpunan Petani dan Peternakan Milenial Indonesia (HPPMI) Kabupaten Bogor, Pemuda LIRA Kabupaten Bogor, serta berbagai kelompok masyarakat lainnya.
Mereka menuntut pihak ATR/BPN memberikan penjelasan terkait persoalan lahan garapan warga yang disebut telah diambil dan digusur oleh PT Bahana Sukma Sejahtera (PT BSS).
Dari pantauan di lokasi, ribuan massa berdatangan menggunakan bus, angkutan umum, kendaraan bak terbuka, hingga sepeda motor. Mereka memadati area depan kantor BPN sambil membawa berbagai atribut aksi, mulai dari spanduk, banner, hingga pengeras suara untuk menyampaikan aspirasi.
Dalam aksi tersebut, sejumlah tuntutan disampaikan melalui tulisan pada banner yang dibawa peserta aksi.
“Tolak HGB Baru PT BSS, fisik lahan dikuasai warga sejak 1980,” demikian salah satu tulisan yang terlihat di tengah massa.
Banner lainnya bertuliskan, “ATR/BPN jangan merem, tanah ini penuh tanaman kami, bukan lahan kosong,” tulisnya.
Suasana aksi semakin memanas saat sejumlah perwakilan massa menyampaikan orasi dari atas mobil komando.
Salah seorang orator menegaskan bahwa Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) milik PT BSS disebut telah berakhir sejak lama sehingga masyarakat meminta adanya ketegasan dari pemerintah terkait status lahan yang selama ini mereka garap.
“Kami di sini menuntut ATR/BPN jangan tutup mata. Kami menuntut ketegasan dan kejelasan dari ATR/BPN terkait lahan garapan warga masyarakat yang diambil oleh PT BSS yang terancam digusur,” ujar salah seorang orator di hadapan massa.
Ia juga mendesak Kepala ATR/BPN Kabupaten Bogor untuk turun langsung menemui peserta aksi dan memberikan penjelasan terkait persoalan yang terjadi di wilayah Cigombong.
“Kami minta Kepala ATR/BPN untuk buka suara terkait yang terjadi di wilayah Cigombong dan menemui massa aksi,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, aksi demonstrasi masih berlangsung. Belum ada keterangan resmi yang disampaikan baik oleh koordinator aksi maupun pihak BPN Kabupaten Bogor terkait tuntutan yang diajukan massa.
Akibat membludaknya jumlah peserta aksi, arus lalu lintas di kawasan Jalan Tegar Beriman sempat mengalami kepadatan. Sebagian ruas jalan di sekitar lokasi aksi tertutup oleh massa yang terus menyuarakan tuntutan mereka.
(Retza)









