Aktuals
  • Home
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
  • Pendidikan dan Kesehatan
  • Sosok dan Politik
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Pemerintahan
  • Lifestyle
  • Olahraga
No Result
View All Result
Aktualita
  • Home
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
  • Pendidikan dan Kesehatan
  • Sosok dan Politik
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Pemerintahan
  • Lifestyle
  • Olahraga
No Result
View All Result
Aktuals
No Result
View All Result
Home Daerah

‎Meski Masuk Kawasan Hutan, Warga Sukawangi Tetap Bayar Pajak, Pelepasan Lahan Baru 35 Hektare‎

Arsyit Syarifudin by Arsyit Syarifudin
June 9, 2026
in Daerah
0
‎Meski Masuk Kawasan Hutan, Warga Sukawangi Tetap Bayar Pajak, Pelepasan Lahan Baru 35 Hektare‎
75
SHARES
1.2k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Berita lainnya

‎Rayakan HJB ke-544 dan HUT Sukamakmur ke-27, Kecamatan Sukamakmur Gelar Pelayanan Publik hingga Gerakan Pangan Murah

‎Prakiraan Cuaca Bogor Rabu, 10 Juni 2026: Cerah Berawan, Hujan Ringan Berpotensi Turun Sore Hari

Harapan Warga Sukawangi Pupus, Raja Juli Antoni Tak Hadir Bahas Konflik Lahan Kehutanan

AKTUALITA.CO.ID – Upaya warga Desa Sukawangi, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, untuk mendapatkan kepastian status lahan yang selama ini masuk dalam kawasan hutan mulai menunjukkan perkembangan. Dari total usulan seluas 1.800 hektare lahan yang diajukan untuk di keluarkan dari kawasan hutan, seluas 35,183 hektare kini telah memasuki tahap proses pelepasan.
‎
‎Hal tersebut disampaikan langsung Direktur Jenderal Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan (PKTL) Kementerian Kehutanan, Ade Tri Ajikusumah saat melakukan kunjungan kerja ke Desa Sukawangi, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor. Selasa (9/6/2026).
‎
‎”Usulan lama sudah diproses, yaitu 35,183 hektare akan di keluarkan melalui program PPTKH, dan persilnya sedang dihitung oleh Pak Kades,” ujar Ade kepada Aktualita.co.id.
‎
‎”Lahan 35 hektare itu kalau dibagikan 200 meter per orang sudah banyak. Mudah-mudahan prosesnya tidak lama sampai Surat Keputusan (SK) birunya keluar. Sesuai arahan Pak Menteri, mudah-mudahan segera diterbitkan,” katanya.
‎
‎Ade menjelaskan, Menteri Kehutanan RI Raja Juli Antoni telah memberikan arahan khusus agar persoalan lahan di Sukawangi mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat.
‎
‎”Arahan Pak Menteri memang harus memperhatikan masyarakat Sukawangi. Fasilitas sosial (fasos), fasilitas umum (fasum), dan permukiman yang sudah eksis saat ini akan dikeluarkan dari kawasan hutan,” jelasnya.
‎
‎Meski begitu, Ade menegaskan bahwa tidak seluruh lahan seluas 1.800 hektare yang diajukan dapat dikeluarkan melalui program Penyelesaian Penguasaan Tanah dalam Kawasan Hutan (PPTKH).
‎
‎”Yang dikeluarkan adalah fasos, fasum, dan permukiman garapan yang sudah eksisting. Sedangkan untuk lahan garapan yang tidak memenuhi kriteria PPTKH, akan diarahkan ke program Perhutanan Sosial,” ungkapnya.
‎
‎Melalui program Perhutanan Sosial, kata Ade, masyarakat tetap dapat memperoleh legalitas pengelolaan lahan melalui izin yang diberikan pemerintah selama 35 tahun.
‎
‎”Perizinannya sama, ada izin Perhutanan Sosial selama 35 tahun bagi masyarakat yang mengajukan dan tidak masuk kriteria PPTKH, setelah habis 35 tahun nanti bisa diperpanjang lagi,” jelasnya.
‎
‎Ia mengatakan, tim terpadu nantinya akan melakukan penilaian untuk menentukan kawasan yang masuk dalam skema PPTKH maupun Perhutanan Sosial.
‎
‎”Nanti Timdu yang akan turun. Kalau Kementerian Kehutanan ingin secepat-cepatnya,” katanya.
‎
‎Sementara itu, Kepala Desa Sukawangi Budiyanto menyebutkan, usulan pelepasan kawasan hutan yang diajukan pemerintah desa mencakup lahan permukiman, fasilitas umum, fasilitas sosial, hingga lahan garapan masyarakat dengan total luas sekitar 1.800 hektare.
‎
‎”Yang diusulkan pemerintah desa secara by name by address, baik fasos, fasum maupun lahan garapan, sekitar 1.800 hektare. Tadi sudah disampaikan Pak Dirjen bahwa yang sudah diproses baru 35 hektare. Artinya masih jauh dari tahap penyelesaian,” ujarnya.
‎
‎Ia mengaku optimistis proses pelepasan lahan akan terus berlanjut pada tahap berikutnya.
‎
‎”Saya optimis dengan yang disampaikan Pak Dirjen. Tahap kedua harus diusulkan semua. Memang mekanismenya melalui tim terpadu, tetapi kami akan tetap mengusulkan seluruh lahan yang memenuhi syarat, baik fasos, fasum maupun lahan garapan masyarakat,” katanya.
‎
‎Dari total usulan 1.800 hektare, kata Budiyanto, seluas 600 hektare merupakan kawasan permukiman warga yang juga mencakup fasilitas sosial dan fasilitas umum.
‎
‎Meski diklaim Kawasan Hutan, ia mengatakan masyarakat Sukawangi masih melakukan pembayaran pajak.
‎
‎”Sampai saat ini masyarakat Desa Sukawangi tetap membayar pajak. Nilainya sekitar Rp1,9 miliar per tahun sesuai NJOP dan SPPT yang telah ditetapkan Pemerintah Kabupaten Bogor,” jelasnya.
‎
‎Menurutnya, ketidakjelasan status lahan membuat sebagian warga merasa bingung karena di satu sisi diwajibkan membayar pajak, namun di sisi lain belum memperoleh kepastian hukum atas tanah yang mereka tempati.
‎
‎”Masyarakat mempertanyakan, kalau mereka membayar pajak, maka status tanahnya juga harus diperjuangkan. Kami berharap pemerintah daerah turut membantu menyelesaikan persoalan ini,” katanya.
‎
‎Budiyanto mengungkapkan, dalam pertemuan sebelumnya dengan Bupati Bogor telah menyatakan komitmennya untuk membantu penyelesaian persoalan lahan di Sukawangi. Namun masyarakat menginginkan langkah konkret dan percepatan realisasi di lapangan.
‎
‎”Masyarakat bukan hanya membutuhkan janji akan dibantu, tetapi juga tahapan yang jelas. Kami berharap Pemkab Bogor turun langsung ke lapangan untuk melakukan verifikasi bersama sebagai bentuk keseriusan dalam menyelesaikan persoalan ini,” ujarnya.
‎
‎”Saya berharap Bupati benar-benar bergerak cepat untuk masyarakat Desa Sukawangi. Warga membutuhkan kepastian dan penyelesaian yang nyata,” pungkasnya.
‎
‎(Retza)
‎

Tags: ade tri ajikusumahbudiyanto kades sukawangikonflik lahan sukamakmurpelepasan kawasan hutan desa sukawangi
Share30Tweet19Send
Arsyit Syarifudin

Arsyit Syarifudin

Rekomendasi Untuk Anda

‎Rayakan HJB ke-544 dan HUT Sukamakmur ke-27, Kecamatan Sukamakmur Gelar Pelayanan Publik hingga Gerakan Pangan Murah

by Arsyit Syarifudin
June 10, 2026
0
‎Rayakan HJB ke-544 dan HUT Sukamakmur ke-27, Kecamatan Sukamakmur Gelar Pelayanan Publik hingga Gerakan Pangan Murah

AKTUALITA.CO.ID – Pemerintah Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, menggelar berbagai kegiatan dalam rangka memperingati Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544, Hari Jadi Kecamatan Sukamakmur ke-27, serta Hari Lanjut Usia Nasional...

Read more

‎Prakiraan Cuaca Bogor Rabu, 10 Juni 2026: Cerah Berawan, Hujan Ringan Berpotensi Turun Sore Hari

by Arsyit Syarifudin
June 9, 2026
0
‎Prakiraan Cuaca Bogor Rabu, 10 Juni 2026: Cerah Berawan, Hujan Ringan Berpotensi Turun Sore Hari

‎AKTUALITA.CO.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan cuaca di wilayah Kota Bogor dan Kabupaten Bogor pada Rabu, 10 Juni 2026, didominasi kondisi cerah berawan hingga berawan.‎‎Di...

Read more

Harapan Warga Sukawangi Pupus, Raja Juli Antoni Tak Hadir Bahas Konflik Lahan Kehutanan

by Arsyit Syarifudin
June 9, 2026
0
Harapan Warga Sukawangi Pupus, Raja Juli Antoni Tak Hadir Bahas Konflik Lahan Kehutanan

AKTUALITA.CO.ID – Warga Desa Sukawangi, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, mengaku kecewa atas ketidakhadiran Menteri Kehutanan Republik Indonesia, Raja Juli Antoni, dalam agenda kunjungan kerja yang digelar di wilayah...

Read more

Alex Slamet Riadi: HJB ke-544 Jadi Titik Awal Penguatan Bogor Timur sebagai Pusat Pertumbuhan

by Arsyit Syarifudin
June 9, 2026
0
Alex Slamet Riadi: HJB ke-544 Jadi Titik Awal Penguatan Bogor Timur sebagai Pusat Pertumbuhan

AKTUALITA.CO.ID – Peringatan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 tingkat Kecamatan Jonggol yang digelar pada Sabtu, 6 Juni 2026, menjadi momentum penting bagi masyarakat Bogor Timur. Rangkaian kegiatan yang...

Read more

Warga Resah Aktivitas Perburuan di Hutan Sipak Jasinga, Ganggu Akses Pertanian

by Arsyit Syarifudin
June 9, 2026
0
Warga Resah Aktivitas Perburuan di Hutan Sipak Jasinga, Ganggu Akses Pertanian

AKTUALITA.CO.ID - Aktivitas perburuan yang dilakukan sekelompok komunitas di kawasan hutan Kampung Sipak, Desa Sipak, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor, menuai keresahan di kalangan warga. Selain dianggap mengganggu, keberadaan...

Read more
Next Post
‎Tingkatkan Keandalan Pasokan Listrik, PLN Gunung Putri Gelar Aksi Grebek Penyulang Pajero

‎Tingkatkan Keandalan Pasokan Listrik, PLN Gunung Putri Gelar Aksi Grebek Penyulang Pajero

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related News

HGN 2025: Bupati Bogor Apresiasi Perjuangan Guru, Fokuskan 2026 untuk Perbaikan Sekolah dan Kesejahteraan Pendidik

HGN 2025: Bupati Bogor Apresiasi Perjuangan Guru, Fokuskan 2026 untuk Perbaikan Sekolah dan Kesejahteraan Pendidik

November 25, 2025
Kabar Nikah Siri Inara dan Fahmi Merebak, Ibu Virgoun Beri Respons Menohok

Kabar Nikah Siri Inara dan Fahmi Merebak, Ibu Virgoun Beri Respons Menohok

December 1, 2025
Viral Kapolsek ‘Sakti’ di Garut Bikin Tobat Penjual Miras, Ini Ceritanya

Viral Kapolsek ‘Sakti’ di Garut Bikin Tobat Penjual Miras, Ini Ceritanya

June 21, 2024

Telusuri menurut Kategori

  • Daerah
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Headline
  • Hukum dan Kriminal
  • Lifestyle
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Pendidikan dan Kesehatan
  • Peristiwa
  • Sosok dan Politik
Aktualita

aktualita.co.id merupakan portal berita aktual yang tersaji dengan realita seputar pemerintahan, daerah, pendidikan hingga informasi kesehatan untuk memenuhi kebutuhan pembaca masyarakat Indonesia. aktualita.co.id juga telah tergabung dengan Serikat Media siber Indonesia (SMSI) dan wartawannya tergabung dalam organisasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI).

Kategori

  • Daerah
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Headline
  • Hukum dan Kriminal
  • Lifestyle
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Pendidikan dan Kesehatan
  • Peristiwa
  • Sosok dan Politik

Informasi

Redaksi
Karir
Info Iklan
Term & Conditions
Visi dan Misi
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Kode Etik Jurnalistik

© 2024 aktualita.co.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
  • Pendidikan dan Kesehatan
  • Sosok dan Politik
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Pemerintahan
  • Lifestyle
  • Olahraga

© 2024 aktualita.co.id

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Static Icon
✕
Aktualita.co.id

FREE
VIEW