AKTUALITA.CO.ID – Pemerintah Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, mulai menggencarkan pemasangan stiker bantuan sosial (bansos) di rumah warga penerima manfaat.Langkah ini dilakukan sebagai bentuk transparansi sekaligus memastikan bantuan dari pemerintah benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak.
Pelaksana Tugas (Plt) Camat Sukamakmur, Andry Rahman mengatakan, pemasangan stiker bansos merupakan salah satu program yang bertujuan meningkatkan akuntabilitas penyaluran bantuan sosial.
”Penyerahan stiker bansos ini menjadi salah satu poin penting yang kami lakukan. Tadi kami melaksanakan penyerahan secara simbolis. Ini merupakan upaya bersama sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada masyarakat terkait penyaluran bantuan sosial,” ujar Andry kepada Aktualita.co.id, Rabu (10/6/2026).
Menurutnya, warga yang memang berhak menerima bantuan sosial seharusnya tidak keberatan apabila rumahnya ditempeli stiker sebagai tanda bahwa mereka merupakan penerima manfaat program pemerintah.
”Ketika KPM memang benar-benar layak menerima bansos, tentu mereka tidak akan menolak pemasangan stiker tersebut. Namun apabila ada warga yang menolak, maka data penerima manfaatnya akan dievaluasi dan dikoreksi kembali,” tegasnya.
Ia menjelaskan, pemasangan stiker juga diharapkan dapat membangun kesadaran masyarakat penerima bantuan yang kondisi ekonominya telah membaik agar secara sukarela mengundurkan diri dari program bantuan sosial.
”Kami berharap dengan adanya stiker ini dapat menggugah kesadaran masyarakat. Jika ada penerima manfaat yang merasa sudah mandiri dan tidak lagi membutuhkan bantuan, sebaiknya disampaikan kepada pemerintah. Bahkan jika mereka bersedia memberikan kesempatan kepada warga lain yang lebih membutuhkan, itu tentu lebih baik,” katanya.
Sementara itu, Pendamping Sosial eks Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Sukamakmur Erik mengatakan, pemasangan stiker bansos telah berjalan sejak sepekan terakhir.
”Pemasangan stiker ini sudah kami lakukan sekitar satu minggu ke belakang. Namun hari ini dilakukan penyerahan secara simbolis kepada para kepala desa oleh Pemerintah Kecamatan Sukamakmur,” ujarnya.
Erik menyebutkan, hingga saat ini sekitar 20 persen rumah warga penerima bantuan sosial telah ditempeli stiker.
”Kurang lebih saat ini sudah 20 persen rumah penerima bantuan sosial yang sudah tertempel stiker,” jelasnya.
Ia menjelaskan, Adapun kategori penerima yang menjadi sasaran pemasangan stiker tahap awal adalah penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dan bantuan sembako. Untuk penerima bantuan sembako murni, pemasangan stiker akan dilakukan pada tahap berikutnya.
”Yang saat ini diprioritaskan adalah penerima PKH dan sembako. Untuk penerima sembako murni kemungkinan menyusul karena jumlah penerima PKH dan BPNT lebih banyak,” katanya.
Berdasarkan data yang dimiliki, jumlah penerima PKH murni di Kecamatan Sukamakmur mencapai sekitar 3.000 keluarga. Sementara penerima bantuan PKH yang juga menerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tercatat lebih dari 5.000 keluarga.
Terkait pelaksanaan di lapangan, Erik mengaku sejauh ini belum menemukan adanya penolakan dari warga penerima bantuan sosial.
”Untuk saat ini belum ada yang menolak karena kami juga melampirkan surat pernyataan. Jika ada yang menolak pemasangan stiker, maka akan diminta membuat surat pernyataan,” ungkapnya.
Ia juga memastikan hingga saat ini belum ada warga penerima bantuan sosial yang secara sukarela mengundurkan diri dari daftar penerima manfaat.
”Untuk saat ini belum ada yang mengundurkan diri,” pungkasnya.
(Retza)









