AKTUALITA.CO.ID – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mengungkapkan empat isu strategis yang menjadi fokus pembahasan dalam Rapat Koordinasi Komisariat Wilayah (Rakorkomwil) III Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) yang digelar di Kota Salatiga.
Menurut Dedie, isu pertama yang dibahas adalah upaya pemerintah daerah dalam menghadapi tantangan perubahan iklim (climate change) sekaligus memperkuat ketahanan perkotaan (urban resilience). Kedua isu tersebut dinilai menjadi tantangan bersama yang membutuhkan solusi konkret melalui kolaborasi antardaerah.
“Bagaimana kita mencoba untuk menyelesaikan permasalahan dan juga mencarikan solusi untuk climate change mengenai perubahan cuaca dan urban resilience,” ujar Dedie Rachim, Jumat (24/7/2026).
Selain isu lingkungan, Rakorkomwil III Apeksi juga menyoroti pentingnya peran generasi muda dalam pembangunan perkotaan. Dedie menegaskan, pemuda memiliki posisi strategis sebagai motor inovasi sekaligus agen perubahan dalam mewujudkan kota yang lebih maju dan berkelanjutan.
“Kemudian yang kedua, kita juga mengajak peran pemuda di dalam membangun perkotaan,” katanya.
Pembahasan berikutnya berkaitan dengan penguatan peran Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai pilar utama birokrasi yang mendukung pembangunan daerah. Menurut Dedie, ASN dituntut mampu menjalankan fungsi pemerintahan secara optimal sekaligus berkontribusi dalam pembangunan perkotaan.
“Bagaimana ASN sebagai salah satu tiang kokoh pembangunan perkotaan dari sisi birokrasi juga bisa berperan penuh dalam pembangunan perkotaan,” jelasnya.
Isu keempat yang menjadi perhatian dalam Rakorkomwil III Apeksi adalah penguatan kebijakan fiskal daerah. Dedie menilai sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat menjadi faktor penting untuk memperkuat kapasitas fiskal daerah sehingga pembangunan dapat berjalan lebih efektif dan manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Tentu bagaimana dengan kebijakan fiskal di masing-masing daerah itu dapat diperkuat melalui berbagai komitmen dari pemerintah daerah dan juga kolaborasi sinergi dengan pemerintah pusat, sehingga semaksimal mungkin pembangunan itu dapat dirasakan oleh masyarakat,” tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut, Dedie juga mengungkapkan kabar menggembirakan bagi Kota Bogor. Ia menyebut Kota Bogor mendapat kepercayaan menjadi tuan rumah agenda pembahasan urban resilience dan climate change yang akan digelar pada September mendatang.
“Ada hal yang cukup menarik dalam kegiatan ini, Kota Bogor ditunjuk sebagai tuan rumah untuk urban resilience dan juga climate change di bulan September. Semoga kita bisa mempersiapkan dengan baik,” ungkapnya.
Untuk memastikan pelaksanaan agenda tersebut berjalan lancar, Pemerintah Kota Bogor akan segera melakukan koordinasi lintas perangkat daerah, termasuk dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) serta instansi terkait lainnya.
“Nanti akan kita koordinasikan dengan Dinas LH dan juga dinas lainnya,” tutupnya. (Retza)









