AKTUALITA – Kementerian Sosial (Kemensos) terus mendorong transformasi sentra-sentra rehabilitasi sosial menjadi pusat pemberdayaan masyarakat. Selain memberikan layanan bagi kelompok rentan, sentra kini diarahkan untuk mengembangkan kegiatan produktif yang dapat meningkatkan kemandirian penerima manfaat dan masyarakat sekitar.
Salahsatu upaya tersebut dilakukan di Sentra Terpadu Pangudi Luhur (STPL) Bekasi melalui pengembangan sektor pertanian dan perkebunan. Di kawasan sentra tersebut dibudidayakan ratusan tanaman hortikultura dan buah-buahan, termasuk 400 pohon melon di greenhouse, serta alpukat, kelengkeng, anggur, mangga, pisang, terong, jambu, dan jeruk.
Wakil Menteri Sosial, Agus Jabo Priyono, mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari implementasi paradigma baru Kemensos yang menekankan bantuan sosial sebagai sarana menuju kemandirian.
“Transformasi ini merupakan tindak lanjut dari konsep sementara menerima bantuan sosial, selanjutnya mampu mandiri melalui pemberdayaan,” ujar Agus Jabo saat melakukan panen melon di STPL Bekasi, Sabtu (13/6/26).
Menurutnya, sentra-sentra Kemensos selama ini berfokus pada layanan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) bagi lansia, penyandang disabilitas, dan kelompok rentan lainnya. Ke depan, fungsi tersebut akan diperkuat dengan berbagai program pemberdayaan berbasis potensi daerah masing-masing.
Di STPL Bekasi, pemberdayaan dikembangkan melalui budidaya pertanian dan perkebunan. Sementara di daerah lain, program akan disesuaikan dengan potensi lokal, seperti peternakan maupun perikanan.
“Setiap sentra akan mengembangkan program sesuai keunggulan wilayahnya. Jika potensinya pertanian maka dikembangkan pertanian, jika peternakan maka peternakan, dan begitu juga sektor lainnya,” katanya.
Agus Jabo menegaskan, manfaat program tidak hanya ditujukan bagi penerima manfaat yang menjalani rehabilitasi sosial di sentra, tetapi juga diharapkan dapat menjangkau masyarakat sekitar. Melalui pelatihan vokasi, penerima manfaat dibekali keterampilan yang dapat digunakan untuk bekerja atau berwirausaha setelah kembali ke lingkungan sosialnya.
Selain bidang pertanian, Kemensos juga mengembangkan berbagai pelatihan keterampilan lain, termasuk membatik dan usaha produktif lainnya. Program tersebut bahkan dirancang agar masyarakat sekitar sentra dapat mengikuti pelatihan melalui skema training of trainers (TOT), sehingga mampu mengembangkan usaha secara mandiri.
Kemensos berharap penguatan fungsi pemberdayaan ini dapat menjadikan sentra sebagai pusat kegiatan ekonomi dan sosial yang produktif, sekaligus memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat yang membutuhkan. Dengan konsep tersebut, sentra tidak hanya menjadi tempat rehabilitasi sosial, tetapi juga ruang pengembangan keterampilan dan kemandirian ekonomi.
(Deni Supriadi)









