AKTUALITA.CO.ID – Momentum hari pertama masuk sekolah dimanfaatkan Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, untuk mengantarkan putrinya ke sekolah sebagai bentuk dukungan terhadap Gerakan Ayah Mengantar Anak ke Sekolah (GAMAS) yang tengah digaungkan pemerintah.
Dari kediamannya, Jenal Mutaqin bersama sang putri berangkat menuju SMP Negeri 3 Bogor dengan menggunakan kendaraan roda dua. Aksi sederhana tersebut menjadi wujud nyata keterlibatan seorang ayah dalam mendampingi tumbuh kembang anak sekaligus memberikan teladan kepada masyarakat.
Jenal Mutaqin mengajak para ayah dan orang tua untuk menyempatkan waktu mengantar anak ke sekolah, terutama di hari pertama tahun ajaran baru. Menurutnya, kebersamaan tersebut dapat mempererat hubungan emosional antara orang tua dan anak.
“Untuk para ayah, sempatkan waktu mengantar anak sekolah. Karena ini akan memunculkan kedekatan emosional dengan anak. Sudah menjadi kewajiban kita sebagai orang tua untuk menjaga anak-anak kita,” ujar Jenal Mutaqin. Rabu (15/7/2026).
Gerakan Ayah Mengantar Anak ke Sekolah (GAMAS) merupakan inisiatif nasional yang digagas pemerintah untuk mendorong keterlibatan aktif ayah dalam pengasuhan anak. Melalui gerakan ini, diharapkan peran ayah tidak hanya sebatas sebagai pencari nafkah, tetapi juga hadir dalam berbagai momen penting kehidupan anak.
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Bogor Marse Hendra Saputra mengatakan, GAMAS bertujuan membangun kedekatan emosional antara ayah dan anak, sekaligus menekan fenomena fatherless atau kurangnya peran ayah dalam pengasuhan, yang dinilai berpengaruh terhadap tumbuh kembang serta pembentukan karakter anak.
“Gerakan ini juga bertujuan memperkuat peran ayah dalam pengasuhan dan pendidikan anak sejak dini. Kehadiran ayah saat mengantarkan anak ke sekolah memiliki pengaruh positif bagi perkembangan anak,” kata Marse.
Ia menambahkan, pemerintah juga memberikan dukungan bagi para ayah yang mengikuti gerakan tersebut. Bagi aparatur maupun pegawai yang mengantarkan anak ke sekolah, dapat diberikan dispensasi keterlambatan masuk kerja sesuai dengan ketentuan yang berlaku di masing-masing instansi atau tempat kerja.
“Melalui GAMAS, Pemerintah berharap semakin banyak ayah yang terlibat aktif dalam pengasuhan sehingga tercipta keluarga yang lebih harmonis dan anak-anak yang tumbuh dengan karakter serta kesehatan emosional yang lebih baik,” (Retza)









