AKTUALITA.CO.ID – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat tidak akan memberlakukan pembayaran Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) bagi siswa SMA dan SMK negeri di wilayah Jawa Barat.
Pernyataan tersebut disampaikan sebagai respons atas ramainya pembahasan mengenai usulan pemberlakuan SPP yang sebelumnya disampaikan oleh sejumlah anggota DPRD Provinsi Jawa Barat yang membidangi sektor pendidikan.
Menurut Dedi Mulyadi, usulan tersebut merupakan pandangan dari anggota DPRD dan bukan merupakan kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Ia memastikan pemerintah tetap berkomitmen mempertahankan pendidikan yang dapat diakses secara gratis.
“Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat tidak akan memberlakukan pembayaran biaya SPP. Kami tetap berpegang teguh bahwa pendidikan merupakan kewajiban pemerintah. SMA dan SMK negeri di Jawa Barat tetap gratis,” tegas Dedi dalam postingan Tiktok @dedimulyadiofficial, Kamis (16/7/2026).
Selain itu, Dedi menjelaskan bahwa siswa di sekolah swasta yang telah menjalin kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga tetap mendapatkan pembiayaan dari pemerintah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Meski dihadapkan pada keterbatasan anggaran dan defisit akibat penundaan penyaluran dana bagi hasil dari pemerintah pusat kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Dedi menegaskan pihaknya akan melakukan efisiensi dan realokasi anggaran agar sektor pendidikan tetap menjadi prioritas.
“Bila diperlukan, biaya operasional Gubernur pun dapat dipotong demi kepentingan pendidikan di Jawa Barat,” ujarnya.
Ia berharap langkah tersebut menjadi bentuk komitmen bersama dalam menjaga kualitas pendidikan di Jawa Barat sekaligus memastikan masa depan anak-anak Jawa Barat tetap terjamin melalui akses pendidikan yang layak dan terjangkau.
(Deni Supriadi)









