AKTUALITA.CO.ID – Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita secara resmi melepas sebanyak 2.361 lulusan Sekolah Menengah Analis Kimia (SMAK) dan Sekolah Menengah Teknologi Industri (SMTI) se-Indonesia Tahun 2026. Prosesi pelepasan berlangsung di SMK-SMAK Bogor (SMAKBO), Tanah Baru, Bogor Utara.
Para lulusan tersebut berasal dari sembilan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) negeri di bawah pembinaan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kementerian Perindustrian Republik Indonesia.
Agus Gumiwang menegaskan, para lulusan akan menjadi bagian penting dalam mendukung masa depan industri nasional. Menurutnya, pembangunan industri Indonesia membutuhkan sumber daya manusia yang kompeten untuk mewujudkan cita-cita menjadi negara industri yang maju.
“Tidak ada hilirisasi tanpa laboratorium, dan tidak ada laboratorium tanpa analis. Tidak ada pabrik yang berjalan tanpa teknisi yang terampil. Cita-cita besar menjadikan Indonesia sebagai pusat manufaktur dunia tidak diwujudkan di ruang rapat, tetapi di meja laboratorium dan di lantai produksi. Di sanalah para lulusan SMK-SMAK dan SMTI akan mengambil peran penting,” tegas Agus. Jumat (17/7/2026).
Selain kompetensi, Menperin juga mengingatkan para lulusan agar senantiasa menjunjung tinggi integritas dan profesionalisme saat memasuki dunia kerja.
“Hasil kerja seorang analis maupun teknisi akan dipercaya karena dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Menjaga integritas berarti menjaga mutu produk Indonesia, melindungi konsumen, sekaligus memperkuat daya saing industri nasional di pasar global,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Doddy Rahadi menyampaikan, kualitas lulusan sekolah vokasi Kementerian Perindustrian telah mendapat pengakuan dari dunia usaha dan dunia industri.
Menurut Doddy, hingga Juli 2026 sebanyak 1.483 orang atau sekitar 63 persen dari total 2.361 lulusan telah terserap bekerja di berbagai perusahaan industri.
“Capaian ini menunjukkan bahwa kompetensi lulusan SMK Kementerian Perindustrian sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri,” kata Doddy.
“BPSDMI akan terus memberikan pendampingan kepada lulusan yang masih dalam proses mencari pekerjaan. Bersama pihak sekolah, BPSDMI akan memberikan asistensi selama tiga bulan ke depan bagi lulusan yang masih mengikuti proses rekrutmen agar peluang mereka memasuki dunia kerja semakin besar,” pungkasnya. (Retza)








