AKTUALITA.CO.ID – Upaya menjaga kelestarian sumber daya perikanan terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Bogor. Sebanyak 10.000 ekor benih ikan nila kembali ditebar di Situ Tlajung Udik, Desa Tlajung Udik, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Selasa (28/7/2026).
Penebaran benih tersebut dilakukan oleh Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) Kabupaten Bogor sebagai bagian dari program rutin untuk menjaga keberlangsungan ekosistem perairan sekaligus menambah populasi ikan di perairan umum.
Kepala Tim Pengelolaan Perikanan Tangkap Bidang Perikanan Budidaya dan Tangkap Diskanak Kabupaten Bogor, Irma Fadilah, mengatakan kegiatan penebaran benih ikan merupakan agenda tahunan yang dilaksanakan pemerintah daerah. Namun, khusus di Situ Tlajung Udik, penebaran benih sudah cukup lama tidak dilakukan.
“Hari ini kami menebar benih ikan di Situ Tlajung Udik. Memang sudah cukup lama situ ini tidak mendapatkan penebaran benih. Jenis ikan yang ditebar adalah ikan nila berukuran 3 hingga 5 sentimeter sebanyak kurang lebih 10.000 ekor,” ujar Irma kepada Aktualita.co.id.
Ia menjelaskan, benih ikan tersebut didatangkan dari Balai Benih Ikan (BBI) Kelas A Cijeruk Unit Rancabungur. Benih yang digunakan dipastikan memiliki kualitas sesuai standar sehingga diharapkan mampu beradaptasi dan berkembang di perairan umum.
Menurut Irma, kondisi Situ Tlajung Udik saat ini masih cukup mendukung untuk kehidupan ikan, meskipun wilayah Kabupaten Bogor tengah memasuki musim kemarau. Debit air di situ dinilai masih normal dan belum mengalami penyusutan secara ekstrem.
“Insyaallah aman, karena debit airnya masih normal, belum mengalami penyusutan yang ekstrem. Kondisi airnya juga masih bagus sehingga cukup mendukung pertumbuhan ikan,” jelasnya.
Seiring dengan penebaran benih tersebut, Diskanak Kabupaten Bogor mengajak masyarakat untuk ikut berperan dalam menjaga keberlangsungan populasi ikan. Irma meminta warga, terutama para pemancing, tidak menggunakan metode penangkapan yang dapat merusak ekosistem.
Penggunaan racun dan alat setrum, kata dia, harus dihindari karena dapat mengganggu habitat perairan hingga mematikan telur-telur ikan yang berperan penting dalam regenerasi populasi.
“Jangan menggunakan racun ataupun setrum karena bisa mematikan telur ikan dan merusak ekosistem. Untuk penggunaan jala, itu bergantung pada kebijakan pemerintah desa masing-masing,” katanya.
Ia menambahkan, sebagian besar desa tidak memperbolehkan penggunaan jala karena hasil tangkapan dinilai hanya dapat dinikmati oleh sebagian kecil orang. Berbeda dengan aktivitas memancing yang dianggap memberikan kesempatan lebih luas bagi masyarakat untuk menikmati manfaat keberadaan ikan di situ.
Selain larangan menggunakan racun dan setrum, masyarakat juga diingatkan untuk tidak membuang sampah sembarangan maupun melakukan aktivitas yang dapat mencemari perairan.
“Yang paling penting jangan membuang sampah sembarangan, jangan mencemari lingkungan, serta jangan menggunakan racun dan setrum saat menangkap ikan,” tegas Irma.
Ia menilai kondisi Situ Tlajung Udik secara umum masih tergolong baik. Kendati demikian, persoalan kebersihan kawasan sekitar situ masih membutuhkan perhatian dan keterlibatan seluruh pihak.
“Secara umum kondisi situ cukup baik, hanya kebersihannya yang masih perlu ditingkatkan. Kami berharap masyarakat bersama pemerintah desa dapat menjaga kebersihan agar ekosistem situ tetap terpelihara,” pungkasnya.
Di tempat yang sama, Sekretaris Desa Tlajung Udik, Abdul Harly, menyambut baik program penebaran benih ikan yang kembali dilakukan di wilayahnya.
Ia menyebut kegiatan tersebut bukan hanya menjadi langkah untuk meningkatkan populasi ikan, tetapi juga menunjukkan perhatian terhadap keberlangsungan Situ Tlajung Udik agar dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Diskanak Kabupaten Bogor yang telah memilih Situ Tlajung Udik sebagai lokasi penebaran benih ikan. Ini menjadi perhatian yang sangat baik bagi kelestarian situ sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya para pemancing,” ujar Abdul Harly.
Abdul berharap masyarakat turut menjaga benih ikan yang telah ditebar hingga dapat tumbuh dan berkembang biak. Ia mengajak warga menghindari penggunaan racun maupun setrum serta menjaga kebersihan kawasan situ.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga Situ Tlajung Udik. Jangan membuang sampah sembarangan, jangan menggunakan racun atau setrum saat menangkap ikan, sehingga benih yang ditebar hari ini bisa tumbuh besar dan berkembang biak. Kalau kita jaga bersama, manfaatnya akan kembali kepada masyarakat juga,” pungkasnya.
(Deni Supriadi)









