AKTUALITA.CO.ID – Kepala Desa Ligarmukti, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, Samin, angkat bicara terkait munculnya dugaan proyek pembangunan jalan aspal melalui program Satu Miliar Satu Desa (Samisade) tahun 2022 yang disebut-sebut fiktif.
Samin membantah tudingan tersebut. Ia menjelaskan, pelaksanaan kegiatan pembangunan di lokasi yang dipersoalkan tidak seperti yang ditampilkan dalam informasi yang beredar di media sosial.
Menurutnya, dalam proyek tersebut terdapat pekerjaan Tembok Penahan Tanah (TPT) yang berada di tiga titik lokasi. Sementara itu, pembangunan jalan aspal dilaksanakan di bagian belakang lokasi TPT tersebut.
Samin mengatakan, pihak Pemerintah Desa Ligarmukti sebelumnya telah melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah, termasuk Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bogor, terkait pemasangan prasasti kegiatan.
” TPT itu ada tiga titik di lokasi. Saya sudah koordinasi dengan tingkat pemerintah, ke DPMD, dan diperbolehkan satu prasasti untuk dua laporan kegiatan,” ujar Samin saat memberikan klarifikasi kepada Aktualita.co.id, Kamis (23/7/2026).
Ia menjelaskan, keberadaan prasasti kegiatan memang ditempatkan di bagian depan TPT. Namun, bukan berarti pekerjaan pengaspalan jalan tidak dilaksanakan. Menurutnya, pekerjaan aspal berada di bagian belakang dari lokasi pemasangan prasasti.
“Prasasti itu kita simpan di depan TPT. Di sana TPT ada sekian meter, di tengah ada sekian meter, dan di belakang ada sekian meter. Bukan tidak dibangun. Prasastinya di sini, jalan belum diaspal di titik itu, sedangkan aspalnya ada di belakang,” jelasnya.
Samin menegaskan, penempatan prasasti di lokasi tersebut berkaitan dengan kondisi pekerjaan yang terdiri dari beberapa titik. Ia menyebut, antara prasasti dan pekerjaan jalan aspal terdapat rangkaian pembangunan TPT yang menjadi bagian dari kegiatan.
“Memang tidak diaspal tepat di lokasi prasasti. Aspalnya ada di belakang. Sebenarnya sesuai titik karena kita punya TPT,” katanya.
Lebih lanjut, Samin juga menanggapi informasi yang beredar melalui platform TikTok yang mempertanyakan pelaksanaan proyek tersebut. Ia mengaku belum pernah bertemu langsung dengan pihak yang membuat atau menyebarkan konten tersebut sehingga belum dapat memberikan klarifikasi secara langsung.
“Saya belum konfirmasi karena saya belum ketemu orangnya,” ujarnya.
Ia juga menyebut, Sekretaris Desa Ligarmukti sempat memberikan tanggapan melalui kolom komentar pada unggahan TikTok tersebut. Namun, menurut Samin, komentar yang diberikan pihak pemerintah desa kemudian dihapus oleh admin akun TikTok yang bersangkutan.
Samin membantah anggapan bahwa dirinya selalu menghindari wartawan ketika dimintai keterangan mengenai pembangunan yang menggunakan anggaran pemerintah desa.
“Saya disangka selalu menghindar, tapi saya tidak pernah menghindar dari upaya konfirmasi wartawan,” tegasnya.
Samin berharap persoalan tersebut dapat dilihat secara utuh dan tidak hanya berdasarkan informasi yang beredar di media sosial. Ia juga menyatakan siap memberikan penjelasan terkait pelaksanaan kegiatan apabila diperlukan, termasuk menunjukkan lokasi pekerjaan yang dimaksud.
Dengan adanya klarifikasi dari Pemerintah Desa Ligarmukti tersebut, dugaan mengenai proyek jalan aspal Samisade tahun 2022 yang disebut fiktif masih memerlukan verifikasi dan pemeriksaan lebih lanjut berdasarkan dokumen perencanaan, laporan realisasi kegiatan, serta kondisi fisik pembangunan di lapangan.
(Deni Supriadi)









