AKTUALITA.CO.ID – Bupati Bogor Rudy Susmanto meresmikan Pasar Hewan Bogor di Kecamatan Jonggol, Pasar Benih Ikan Ciseeng, serta penandatanganan nota kesepahaman dan perjanjian kerja sama Instalasi Karantina Ikan di Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor, Kamis (6/8/2026).
Selain itu, pada kesempatan tersebut juga dilakukan peresmian nama Jalan M.H. Syurdi Rusuh sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Rudy Susmanto menyampaikan bahwa Pasar Hewan Bogor di Jonggol merupakan salah satu pasar hewan terbesar di Provinsi Jawa Barat dengan fasilitas yang lengkap. Kehadiran pasar tersebut diharapkan menjadi penggerak sektor peternakan sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Hari ini kita meresmikan Pasar Hewan Bogor yang berada di Kecamatan Jonggol. Pasar Hewan Jonggol merupakan salah satu pasar hewan dengan fasilitas terlengkap dan salah satu yang terbesar di Provinsi Jawa Barat. Bersamaan dengan itu kita juga meresmikan Pasar Benih Ikan Ciseeng, Instalasi Karantina Ikan, serta nama Jalan M.H. Syurdi Rusuh,” kata Rudy.
Menurutnya, pembangunan sejumlah fasilitas tersebut merupakan bagian dari tahapan mempersiapkan pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah timur Kabupaten Bogor. Ia menegaskan, pemerintah daerah tidak ingin hanya menunggu wacana pemekaran wilayah, melainkan mulai membangun fondasi ekonomi sejak sekarang.
“Ini merupakan tahapan untuk mempersiapkan pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah timur. Ketika suatu saat ada rencana pengembangan wilayah Kabupaten Bogor bagian timur, maka kita sudah menyiapkan infrastruktur dan penguatan ekonomi masyarakat dari sekarang,” ujarnya.
Rudy juga memaparkan bahwa Pemerintah Kabupaten Bogor saat ini tengah menjalankan beberapa proyek pembangunan infrastruktur yang tersebar di berbagai wilayah, mulai dari barat, utara hingga timur Kabupaten Bogor.
Ia menjelaskan, pembangunan dilakukan secara merata dengan menyesuaikan kebutuhan masing-masing kawasan.
Di wilayah Bogor Barat, khususnya Kecamatan Jasinga yang berbatasan dengan Kabupaten Lebak, Banten, pemerintah memprioritaskan pembangunan sektor pendidikan. Salah satunya melalui pembangunan Sekolah Rakyat yang didukung anggaran sekitar Rp800 miliar dari APBN, dengan lahan disiapkan oleh Pemerintah Kabupaten Bogor.
“Kami sengaja menempatkan Sekolah Rakyat di wilayah Bogor Barat karena daerah tersebut masih membutuhkan pemerataan akses pendidikan. Kami tidak membangun di wilayah yang fasilitas pendidikannya sudah lengkap,” jelasnya.
Selain pendidikan, pembangunan juga dilakukan pada sektor kebudayaan melalui pembangunan Pendopo Jasinga, peningkatan jalan hingga perbatasan Tangerang, revitalisasi sekolah rusak, serta peningkatan infrastruktur di wilayah Parung Panjang dan Rumpin.
Sementara di kawasan Bogor Utara yang merupakan wilayah megapolitan, Pemerintah Kabupaten Bogor fokus melakukan normalisasi sungai berskala besar di Kecamatan Ciseeng, Rancabungur, Parung, dan Kemang.
Menurut Rudy, langkah tersebut dilakukan untuk mengatasi banjir saat musim hujan sekaligus mengurangi kekeringan saat musim kemarau.
“Kami melakukan pembongkaran bangunan liar yang berdiri di atas saluran air untuk mengembalikan fungsi lahan sesuai peruntukannya. Ini bagian dari upaya penataan kawasan dan pengendalian banjir,” katanya.
Di wilayah Bogor Timur, pembangunan difokuskan pada rekonstruksi jalan melalui program Instruksi Presiden (Inpres), mulai dari Citeureup hingga Sukamakmur yang nantinya tersambung ke wilayah Cianjur dengan pembiayaan APBN. Pemerintah Kabupaten Bogor juga terus membangun akses jalan baru serta memperbaiki sarana pendidikan tingkat SD dan SMP.
Rudy menegaskan, pembangunan Pasar Hewan Jonggol tidak hanya mengedepankan tampilan fisik bangunan, tetapi juga harus mampu memenuhi kebutuhan para pelaku usaha peternakan.
Menurutnya, kenyamanan pedagang dan masyarakat menjadi prioritas agar aktivitas jual beli dapat berlangsung lebih baik.
“Prinsipnya kita ingin pasar hewan ini nyaman bagi pelaku usaha peternakan. Jangan hanya membangun bangunan yang indah dilihat, tetapi harus benar-benar sesuai kebutuhan para pedagang dan pelaku usaha. Fasilitas seperti tempat makan, tempat istirahat pedagang, akan terus kita lengkapi secara bertahap,” ungkap Rudy.
(Deni Supriadi)









