Aktuals
  • Home
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
  • Pendidikan dan Kesehatan
  • Sosok dan Politik
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Pemerintahan
  • Lifestyle
  • Olahraga
No Result
View All Result
Aktualita
  • Home
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
  • Pendidikan dan Kesehatan
  • Sosok dan Politik
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Pemerintahan
  • Lifestyle
  • Olahraga
No Result
View All Result
Aktuals
No Result
View All Result
Home Daerah

Makam Keramat di Leuwi Manjing yang Terancam Tergerus Bendungan Ada 11 Lebih

sayyev by sayyev
November 9, 2023
in Daerah
0
Makam Keramat di Leuwi Manjing yang Terancam Tergerus Bendungan Ada 11 Lebih

Makam Keramat di Leuwi Manjing

83
SHARES
1.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

AKTUALITA.CO.ID – Warga keturunan dari makam karomah yang berada di Kampung Leuwi Manjing atau Waliniis, Desa Cikutamekar, Cariu, Kabupaten Bogor, khawatir apabila pemerintah memaksakan pembangunan as bendungan di tempat ini akan terjadi malapetaka besar. Ada 11 makam atau lebih yang dikaromahkan yang banyak didatangi para peziarah dari dalam maupun luar daerah.

Menurut Abah Sukarman, juru kunci makam karomah sekaligus keturunannya, berdasarkan sejarah, makam yang dikaromahkan itu adalah para tokoh pejuang penyebaran agama Islam dan memperjuangkan tanah air Indonesia waktu melawan penjajah.

“Ya menurut sejarah yang abah tahu, makam yang ada disini adalah para tokoh penyebar agama Islam, dan para pejuang mempertahankan negara Indonesia saat dijajah oleh Belanda, sampai Indonesia merdeka. Para tokoh disini juga ada kaitan dengan Galuh Pakuan Pajajaran dan Cirebon,” ucap Abah Sukarman, Rabu (8/11).

Berita lainnya

Hujan Ringan Diprediksi Guyur Bogor pada Kamis, 7 Mei 2026

Pedagang Griya Bukit Jaya Gotong Royong Benahi Drainase

Pemkab Bogor Targetkan Pembebasan Lahan Jalan Tambang Rampung 2026

Abah Sukarman juga menyampaikan, budaya adat masyarakat masih terikat pada leluhur, dan warga juga masih bergantung pada pertanian.

“Memang warga masyarakat disini masih memakai budaya adat leluhur sampai saat ini, karena adat leluhur itu bisa menjadi adat yang turun temurun kepada anak cucu sampai penurus keturunan yang ada sekarang. Dan masyarakat disini juga kehidupannya rata-rata petani,” ungkapnya.

Mengenai Kampung yang sudah terkenal namanya Kampung Leuwi Anjing, Abah Sukarman menjelaskan, memang orang sering mensalah artikan atau dipelesetkan nama Kampung di Desa Cikutamekar ini.

“Nama asli dari Kampung ini adalah, Kampung Leuwi Manjing, atau Waliniis, bukan Kampung Leuwi Anjing, yang sudah terkenal sampai saat ini,” jelas Abah Sukarman.

Adanya penolakan oleh warga masyarakat Desa Cikutamekar terkait pembangunan bendungan, Abah Sukarman memaparkan, warga tidak menolak adanya bendungan, yang sudah direncanakan oleh pemerintah selama tapi tidak menggangu lahan pertanian dan makam karomah yang ada tersebut.

“Justeru itu bukan menolak adanya bendungan, tapi menolak as bendungan, supaya lokasi ini kususnya masyarakat Cikutamekar tanah-tanah leluhur yang ada makam karomah ini jangan sampai dipindahkan, abah juga ada amanat dari leluhur agar tanah ini jangan diganggu,” pesannya.

Sementara Uteng Kepala Desa Cikutamekar memaparkan, makam-makam karomah yang berada di Kampung Leuwi Manjing ini jaraknya tidak begitu jauh, semua itu dikelilingi dengan sawah-sawah warga.

“Makam ini terletak di 5 titik bidang yang jaraknya 500 sampai 1000 meter antara satu bidang ke bidang lain dan itu terletak di sebalah barat Kampung Waliniis  yang berdekatan dengan Kali Cibeet sekitar 200 meter. Dan disitu juga termasuk lahan pertanian, yang setiap tahunnya tiga kali panen,” tutur Uteng.

Lebih lanjut ia juga menjelaskan, sebenarnya dari sosialisasi pertama di tahun 2018 masyrakat sudah menyampaikan aspirasinya melalui kepala desa, maupun kelompok masyarakat atau perorangan. Tapi itu seolah-olah tidak diindahkan, bahkan secara tertulis pun sudah mengajukan permohonan agar as bendungan itu dialihkan ke tempat yang tidak menggangu makam dan lahan pertanian.

“Mungkin masyarakat kemarin menggelar aksi protes terkait pembangunan bendungan tapi seolah-olah tidak diindahkan, bahkan secara tertulis pun sudah mengajukan permohonan agar as bendungan itu dialihkan. Akibat aspirasinya tidak ditanggapi, sedang itu sudah berulang kali masyarakat menyampaikan,” ucapnya.

“Kalau sampai ini terealisasikan yang pertama, 85 persen pertanian yang setiap harinya warga bertani, yang dikhawatirkan kalau bendungan ini sampai terelisasi masyarakat akan kehilangan pertanian  soalnya itu sebagai mata pencaharian warga,” sambungnya.

Soal makam leluhur di Kampung Leuwi Manjing ini yang sangat sederhana, Uteng juga menuturkan, ini sudah amanat dari para leluhur agar makam ini harus sederhana.

“Banyak yang bilang kenapa makam leluhur itu biasa-biasa saja saja pembangunannya, jadi leluhur saya mengajarkan tentang kesederhanaan contoh bukti kesederhanaan ini ia mengajarkan para turunannya agar hidup sederhana,” jelasnya.

“Makam disini tidak mau dijadikan sebagai wisata religi, bahkan di tahun 90-an waktu bapak saya sebagai pengurus makam ini,  ia pernah kedatangan dari Dinas Pariwisata, dan Cagar Budaya supaya tercatat tapi ini tidak mau, kenapa tidak mau, menurut leluhur kalau tempat ini dijadikan wisata, jadi yang datang itu bukan hanya yang ziarah saja, tapi dijadikan tempat wisata, otomatis kalau tempat peziarah itu rame maksiat juga akan meningkat,” ucap Uteng kembali.

“Pertanyaan saya apakah mungkin doa kita dijabah posisi tempatnya menjadi kurang baik menurut leluhur ada waktu-waktu tertentu yang dijabah, buktinya banyak pengunjung yang datang dari mana-mana seperti luar kabupaten, atau dari luar Jawa,” sambungnya kembali.

Menurut  Uteng kalau Cibeet ini mau dibendung, yang paling tepat berada dihulu , karena ada cerita para leluhur Kali Cibeet akan dibendung di hulu.

“Harapan saya kalau memang ini bicara untuk masa depan anak cucu kita, bendungan ini harus dilaksanakan, tapi harus ditempat yang pas untuk segala-galanya, yang berarti tidak mengganggu lahan pertanian dan makam-makam karomah yang ada disini,” harapnya.

“Kalau memang pemerintah memaksakan bendungan sesuai awal, ditakutkan ada musibah yang melanda kita semua, musibah besar yang tidak diduga, kenapa kita khawatir kesitu, kita semua punya leluhur, yang namanya melawan orang tua tentunya tidak boleh, kita pastinya akan dilaknat semua,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Tags: Makam Keramat di Leuwi Manjing
Share33Tweet21Send
sayyev

sayyev

Rekomendasi Untuk Anda

Hujan Ringan Diprediksi Guyur Bogor pada Kamis, 7 Mei 2026

by Arsyit Syarifudin
May 6, 2026
0
Hujan Ringan Diprediksi Guyur Bogor pada Kamis, 7 Mei 2026

AKTUALITA.CO.ID — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan wilayah Kabupaten Bogor dan Kota Bogor akan didominasi cuaca hujan ringan hingga sedang pada Kamis, 7 Mei 2026. Di...

Read more

Pedagang Griya Bukit Jaya Gotong Royong Benahi Drainase

by Arsyit Syarifudin
May 6, 2026
0
Pedagang Griya Bukit Jaya Gotong Royong Benahi Drainase

AKTUALITA.CO.ID - Puluhan pedagang di kawasan Griya Bukit Jaya, Desa Tlajung Udik, Kecamatan Gunung Putri, menunjukkan aksi kepedulian tinggi terhadap lingkungan. Dipicu oleh seringnya terjadi genangan air dan...

Read more

Pemkab Bogor Targetkan Pembebasan Lahan Jalan Tambang Rampung 2026

by Arsyit Syarifudin
May 5, 2026
0
Pemkab Bogor Targetkan Pembebasan Lahan Jalan Tambang Rampung 2026

AKTUALITA.CO.ID - Pemerintah Kabupaten Bogor menargetkan proses pembebasan lahan untuk pembangunan jalan tambang di wilayah Bogor Barat dapat rampung sepenuhnya pada tahun 2026. Langkah ini dinilai sebagai solusi...

Read more

BMKG: Hujan Berpotensi Guyur Bogor pada Rabu, 6 Mei 2026

by Arsyit Syarifudin
May 5, 2026
0
BMKG: Hujan Berpotensi Guyur Bogor pada Rabu, 6 Mei 2026

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan wilayah Kabupaten Bogor dan Kota Bogor masih berpotensi mengalami hujan pada Rabu (6/5/2026). Dalam prakiraannya, BMKG menyebutkan kondisi cuaca di Bogor...

Read more

‎Kali Cipamingkis Meluap, Jembatan di Sukamakmur Hampir Tergerus

by Arsyit Syarifudin
May 4, 2026
0
‎Kali Cipamingkis Meluap, Jembatan di Sukamakmur Hampir Tergerus

AKTUALITA.CO.ID - Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Bogor memicu meluapnya aliran Kali Cipamingkis. Senin (04/05/26)‎‎Dampaknya, sebuah jembatan di Kampung Parakan Panjang, Desa Sukamakmur, Kecamatan...

Read more
Next Post
Pengelola Desa Wisata Adakan Jambore Tingkat Kabupaten, Renal Hamzah: Semoga Bisa Jadi Hari Desa Wisata Nasional

Pengelola Desa Wisata Adakan Jambore Tingkat Kabupaten, Renal Hamzah: Semoga Bisa Jadi Hari Desa Wisata Nasional

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related News

Tahun ini, Kemenag Siapkan Direktorat Jenderal Pesantren: Siapa Dirjennya?

Tahun ini, Kemenag Siapkan Direktorat Jenderal Pesantren: Siapa Dirjennya?

November 6, 2025
Soal RSUD Parung, Kejari Panggil Pejabat Pemda Bogor

Soal RSUD Parung, Kejari Panggil Pejabat Pemda Bogor

March 8, 2026
DLH Tutup TPS Ilegal di Cileungsi, Siapkan Sanksi bagi Pengelola

DLH Tutup TPS Ilegal di Cileungsi, Siapkan Sanksi bagi Pengelola

April 15, 2026

Telusuri menurut Kategori

  • Daerah
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Headline
  • Hukum dan Kriminal
  • Lifestyle
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Pendidikan dan Kesehatan
  • Peristiwa
  • Sosok dan Politik
Aktualita

aktualita.co.id merupakan portal berita aktual yang tersaji dengan realita seputar pemerintahan, daerah, pendidikan hingga informasi kesehatan untuk memenuhi kebutuhan pembaca masyarakat Indonesia. aktualita.co.id juga telah tergabung dengan Serikat Media siber Indonesia (SMSI) dan wartawannya tergabung dalam organisasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI).

Kategori

  • Daerah
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Headline
  • Hukum dan Kriminal
  • Lifestyle
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Pendidikan dan Kesehatan
  • Peristiwa
  • Sosok dan Politik

Informasi

Redaksi
Karir
Info Iklan
Term & Conditions
Visi dan Misi
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Kode Etik Jurnalistik

© 2024 aktualita.co.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
  • Pendidikan dan Kesehatan
  • Sosok dan Politik
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Pemerintahan
  • Lifestyle
  • Olahraga

© 2024 aktualita.co.id

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Static Icon
✕
Aktualita.co.id

FREE
VIEW