Aktuals
  • Home
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
  • Pendidikan dan Kesehatan
  • Sosok dan Politik
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Pemerintahan
  • Lifestyle
  • Olahraga
No Result
View All Result
Aktualita
  • Home
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
  • Pendidikan dan Kesehatan
  • Sosok dan Politik
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Pemerintahan
  • Lifestyle
  • Olahraga
No Result
View All Result
Aktuals
No Result
View All Result
Home Daerah

Makam Keramat di Leuwi Manjing yang Terancam Tergerus Bendungan Ada 11 Lebih

sayyev by sayyev
November 9, 2023
in Daerah
0
Makam Keramat di Leuwi Manjing yang Terancam Tergerus Bendungan Ada 11 Lebih

Makam Keramat di Leuwi Manjing

85
SHARES
1.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

AKTUALITA.CO.ID – Warga keturunan dari makam karomah yang berada di Kampung Leuwi Manjing atau Waliniis, Desa Cikutamekar, Cariu, Kabupaten Bogor, khawatir apabila pemerintah memaksakan pembangunan as bendungan di tempat ini akan terjadi malapetaka besar. Ada 11 makam atau lebih yang dikaromahkan yang banyak didatangi para peziarah dari dalam maupun luar daerah.

Menurut Abah Sukarman, juru kunci makam karomah sekaligus keturunannya, berdasarkan sejarah, makam yang dikaromahkan itu adalah para tokoh pejuang penyebaran agama Islam dan memperjuangkan tanah air Indonesia waktu melawan penjajah.

“Ya menurut sejarah yang abah tahu, makam yang ada disini adalah para tokoh penyebar agama Islam, dan para pejuang mempertahankan negara Indonesia saat dijajah oleh Belanda, sampai Indonesia merdeka. Para tokoh disini juga ada kaitan dengan Galuh Pakuan Pajajaran dan Cirebon,” ucap Abah Sukarman, Rabu (8/11).

Berita lainnya

Jembatan Darurat Amblas, Kades Tlajung Udik: Keselamatan Harus Jadi Prioritas

Prakiraan Cuaca Bogor Selasa 23 Juni 2026: Waspada Hujan Petir Sore Hari

Senin, 22 Juni 2026: Bogor Diprakirakan Cerah Berawan, Hujan Ringan Berpotensi Terjadi di Sejumlah Wilayah

Abah Sukarman juga menyampaikan, budaya adat masyarakat masih terikat pada leluhur, dan warga juga masih bergantung pada pertanian.

“Memang warga masyarakat disini masih memakai budaya adat leluhur sampai saat ini, karena adat leluhur itu bisa menjadi adat yang turun temurun kepada anak cucu sampai penurus keturunan yang ada sekarang. Dan masyarakat disini juga kehidupannya rata-rata petani,” ungkapnya.

Mengenai Kampung yang sudah terkenal namanya Kampung Leuwi Anjing, Abah Sukarman menjelaskan, memang orang sering mensalah artikan atau dipelesetkan nama Kampung di Desa Cikutamekar ini.

“Nama asli dari Kampung ini adalah, Kampung Leuwi Manjing, atau Waliniis, bukan Kampung Leuwi Anjing, yang sudah terkenal sampai saat ini,” jelas Abah Sukarman.

Adanya penolakan oleh warga masyarakat Desa Cikutamekar terkait pembangunan bendungan, Abah Sukarman memaparkan, warga tidak menolak adanya bendungan, yang sudah direncanakan oleh pemerintah selama tapi tidak menggangu lahan pertanian dan makam karomah yang ada tersebut.

“Justeru itu bukan menolak adanya bendungan, tapi menolak as bendungan, supaya lokasi ini kususnya masyarakat Cikutamekar tanah-tanah leluhur yang ada makam karomah ini jangan sampai dipindahkan, abah juga ada amanat dari leluhur agar tanah ini jangan diganggu,” pesannya.

Sementara Uteng Kepala Desa Cikutamekar memaparkan, makam-makam karomah yang berada di Kampung Leuwi Manjing ini jaraknya tidak begitu jauh, semua itu dikelilingi dengan sawah-sawah warga.

“Makam ini terletak di 5 titik bidang yang jaraknya 500 sampai 1000 meter antara satu bidang ke bidang lain dan itu terletak di sebalah barat Kampung Waliniis  yang berdekatan dengan Kali Cibeet sekitar 200 meter. Dan disitu juga termasuk lahan pertanian, yang setiap tahunnya tiga kali panen,” tutur Uteng.

Lebih lanjut ia juga menjelaskan, sebenarnya dari sosialisasi pertama di tahun 2018 masyrakat sudah menyampaikan aspirasinya melalui kepala desa, maupun kelompok masyarakat atau perorangan. Tapi itu seolah-olah tidak diindahkan, bahkan secara tertulis pun sudah mengajukan permohonan agar as bendungan itu dialihkan ke tempat yang tidak menggangu makam dan lahan pertanian.

“Mungkin masyarakat kemarin menggelar aksi protes terkait pembangunan bendungan tapi seolah-olah tidak diindahkan, bahkan secara tertulis pun sudah mengajukan permohonan agar as bendungan itu dialihkan. Akibat aspirasinya tidak ditanggapi, sedang itu sudah berulang kali masyarakat menyampaikan,” ucapnya.

“Kalau sampai ini terealisasikan yang pertama, 85 persen pertanian yang setiap harinya warga bertani, yang dikhawatirkan kalau bendungan ini sampai terelisasi masyarakat akan kehilangan pertanian  soalnya itu sebagai mata pencaharian warga,” sambungnya.

Soal makam leluhur di Kampung Leuwi Manjing ini yang sangat sederhana, Uteng juga menuturkan, ini sudah amanat dari para leluhur agar makam ini harus sederhana.

“Banyak yang bilang kenapa makam leluhur itu biasa-biasa saja saja pembangunannya, jadi leluhur saya mengajarkan tentang kesederhanaan contoh bukti kesederhanaan ini ia mengajarkan para turunannya agar hidup sederhana,” jelasnya.

“Makam disini tidak mau dijadikan sebagai wisata religi, bahkan di tahun 90-an waktu bapak saya sebagai pengurus makam ini,  ia pernah kedatangan dari Dinas Pariwisata, dan Cagar Budaya supaya tercatat tapi ini tidak mau, kenapa tidak mau, menurut leluhur kalau tempat ini dijadikan wisata, jadi yang datang itu bukan hanya yang ziarah saja, tapi dijadikan tempat wisata, otomatis kalau tempat peziarah itu rame maksiat juga akan meningkat,” ucap Uteng kembali.

“Pertanyaan saya apakah mungkin doa kita dijabah posisi tempatnya menjadi kurang baik menurut leluhur ada waktu-waktu tertentu yang dijabah, buktinya banyak pengunjung yang datang dari mana-mana seperti luar kabupaten, atau dari luar Jawa,” sambungnya kembali.

Menurut  Uteng kalau Cibeet ini mau dibendung, yang paling tepat berada dihulu , karena ada cerita para leluhur Kali Cibeet akan dibendung di hulu.

“Harapan saya kalau memang ini bicara untuk masa depan anak cucu kita, bendungan ini harus dilaksanakan, tapi harus ditempat yang pas untuk segala-galanya, yang berarti tidak mengganggu lahan pertanian dan makam-makam karomah yang ada disini,” harapnya.

“Kalau memang pemerintah memaksakan bendungan sesuai awal, ditakutkan ada musibah yang melanda kita semua, musibah besar yang tidak diduga, kenapa kita khawatir kesitu, kita semua punya leluhur, yang namanya melawan orang tua tentunya tidak boleh, kita pastinya akan dilaknat semua,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Tags: Makam Keramat di Leuwi Manjing
Share34Tweet21Send
sayyev

sayyev

Rekomendasi Untuk Anda

Jembatan Darurat Amblas, Kades Tlajung Udik: Keselamatan Harus Jadi Prioritas

by Arsyit Syarifudin
June 23, 2026
0
Jembatan Darurat Amblas, Kades Tlajung Udik: Keselamatan Harus Jadi Prioritas

AKTUALITA.CO.ID – Jembatan darurat yang dibangun sebagai akses sementara bagi pejalan kaki untuk menghubungkan Kecamatan Gunung Putri dan Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, dilaporkan amblas sebelum sempat digunakan masyarakat,...

Read more

Prakiraan Cuaca Bogor Selasa 23 Juni 2026: Waspada Hujan Petir Sore Hari

by Arsyit Syarifudin
June 22, 2026
0
Prakiraan Cuaca Bogor Selasa 23 Juni 2026: Waspada Hujan Petir Sore Hari

AKTUALITA.CO.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan wilayah Kabupaten Bogor dan Kota Bogor akan mengalami cuaca yang didominasi kondisi berawan hingga hujan ringan pada Selasa (23/6/2026)....

Read more

Senin, 22 Juni 2026: Bogor Diprakirakan Cerah Berawan, Hujan Ringan Berpotensi Terjadi di Sejumlah Wilayah

by Arsyit Syarifudin
June 21, 2026
0
Senin, 22 Juni 2026: Bogor Diprakirakan Cerah Berawan, Hujan Ringan Berpotensi Terjadi di Sejumlah Wilayah

AKTUALITA.CO.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca di wilayah Kota Bogor dan Kabupaten Bogor pada Senin, 22 Juni 2026, didominasi kondisi cerah hingga cerah berawan....

Read more

Beranda NKRI Bersuara: Pemuda Tanimbar Dukung Ground Breaking Blok Masela

by Arsyit Syarifudin
June 21, 2026
0
Beranda NKRI Bersuara: Pemuda Tanimbar Dukung Ground Breaking Blok Masela

AKTUALITA.CO.ID – Dukungan penuh terhadap rencana peletakan batu pertama (ground breaking) Proyek Strategis Nasional (PSN) Blok Masela terus menguat dari berbagai elemen masyarakat di Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Kalangan...

Read more

Proyek Lapangan Padel di Cileungsi, Komisi III Minta Pembangunan Dihentikan hingga Kantongi PBG

by Arsyit Syarifudin
June 20, 2026
0
Proyek Lapangan Padel di Cileungsi, Komisi III Minta Pembangunan Dihentikan hingga Kantongi PBG

AKTUALITA.CO.ID – Proyek pembangunan lapangan padel yang berlokasi di Jalan Transyogi Cileungsi–Cibubur, Desa Cileungsi, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, kembali menjadi sorotan. Pasalnya, proyek yang dikerjakan oleh PT Daya...

Read more
Next Post
Pengelola Desa Wisata Adakan Jambore Tingkat Kabupaten, Renal Hamzah: Semoga Bisa Jadi Hari Desa Wisata Nasional

Pengelola Desa Wisata Adakan Jambore Tingkat Kabupaten, Renal Hamzah: Semoga Bisa Jadi Hari Desa Wisata Nasional

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related News

Tingkatkan Nilai MCP KPK Pada Tahun 2024, Ini Kata Plh Sekda

Tingkatkan Nilai MCP KPK Pada Tahun 2024, Ini Kata Plh Sekda

March 28, 2024
Pemdes Karanggan bagikan Takjil Gratis dan Santuni Yatim

Pemdes Karanggan bagikan Takjil Gratis dan Santuni Yatim

March 8, 2026
Sempat Kabur Saat Ditangkap, Komplotan Maling Modus Ganjal ATM Kena Tembakan

Sempat Kabur Saat Ditangkap, Komplotan Maling Modus Ganjal ATM Kena Tembakan

December 15, 2025

Telusuri menurut Kategori

  • Daerah
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Headline
  • Hukum dan Kriminal
  • Lifestyle
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Pendidikan dan Kesehatan
  • Peristiwa
  • Sosok dan Politik
Aktualita

aktualita.co.id merupakan portal berita aktual yang tersaji dengan realita seputar pemerintahan, daerah, pendidikan hingga informasi kesehatan untuk memenuhi kebutuhan pembaca masyarakat Indonesia. aktualita.co.id juga telah tergabung dengan Serikat Media siber Indonesia (SMSI) dan wartawannya tergabung dalam organisasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI).

Kategori

  • Daerah
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Headline
  • Hukum dan Kriminal
  • Lifestyle
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Pendidikan dan Kesehatan
  • Peristiwa
  • Sosok dan Politik

Informasi

Redaksi
Karir
Info Iklan
Term & Conditions
Visi dan Misi
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Kode Etik Jurnalistik

© 2024 aktualita.co.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
  • Pendidikan dan Kesehatan
  • Sosok dan Politik
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Pemerintahan
  • Lifestyle
  • Olahraga

© 2024 aktualita.co.id

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Static Icon
✕
Aktualita.co.id

FREE
VIEW