AKTUALITA.CO.ID – Kepergian Meriyati Roeslani Hoegeng atau Eyang Meri meninggalkan luka mendalam bagi mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Di balik sosoknya yang tegas, Ahok tak kuasa menyembunyikan rasa harunya saat menceritakan kedekatan emosionalnya dengan istri mendiang Jenderal Hoegeng tersebut.
Ahok bahkan menjadi salah satu orang yang setia mendampingi Eyang Meri di ruang ICU hingga detik-detik terakhir beliau mengembuskan napas terakhir dengan tenang pada Selasa (3/2).
“Kemarin saya menunggu di ICU sampai beliau berpulang. Beliau pergi dengan sangat tenang dan penuh ketulusan. Saya percaya Tuhan menyediakan tempat terbaik untuk Ibu Meri,” ujar Ahok saat menghadiri pemakaman di TPBU Giri Tama, Tajurhalang, Rabu (4/2/2026).
Salah satu momen yang paling membekas di hati Ahok adalah perhatian tulus Eyang Meri saat dirinya menjalani masa penahanan beberapa tahun silam. Di saat banyak orang menjauh, Eyang Meri justru menunjukkan kasih sayang seorang ibu yang nyata.
“Waktu saya ditahan, beliau sendiri yang memasak dan mengirimkan makanan untuk saya. Bahkan beliau datang langsung untuk mengantarkannya. Perhatiannya sungguh luar biasa,” kenang Ahok dengan nada suara yang bergetar.
Bagi Ahok, Eyang Meri bukan sekadar tokoh bangsa, melainkan kompas moral. Ia mengaku sering menerima nasihat, baik lisan maupun lewat tulisan-tulisan kecil yang isinya selalu sama: tetaplah bersih, jujur, adil, dan berani membela kebenaran.
Saking dekatnya, Ahok mengaku selalu menyelipkan nama Eyang Meri dalam doa paginya setiap hari, bersanding dengan doa untuk kedua orang tua kandungnya.
“Beliau selalu mengingatkan untuk berani karena kebenaran dan kemanusiaan. Itu yang beliau harapkan terus kita lakukan. Saya bersyukur bisa mengantarkan beliau ke tempat peristirahatan terakhir hari ini,” tutupnya.
Kehadiran Ahok di Tajurhalang semakin menegaskan bahwa nilai-nilai yang ditinggalkan keluarga Hoegeng telah melintasi batas institusi dan politik, menyentuh sisi kemanusiaan yang paling dalam bagi siapa pun yang mengenal mereka.
(Pandu)









