AKTUALITA.CO.ID – Ketua Umum Partai Demokrat yang juga Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), angkat bicara terkait kerusuhan yang berujung pada perusakan dan pembakaran Gedung Negara Grahadi, Surabaya.
AHY mengungkapkan dirinya sempat berkomunikasi langsung dengan Wakil Gubernur Jawa Timur sekaligus Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, saat berada dalam perjalanan menuju Beijing sebelum kembali ke Jakarta.
“Saya menelpon Mas Emil Dardak, tentu saya menanyakan bagaimana situasi di Surabaya secara khusus maupun di Jawa Timur secara umum,” ujar AHY, kepada Wartawan, di Cikeas, Kabupaten Bogor. Senin (01/08/25).
Menurut laporan yang diterimanya, kerusuhan tersebut memang sempat mengakibatkan kerusakan parah pada Gedung Grahadi yang selama ini menjadi simbol dan rumah rakyat Jawa Timur. Meski tidak ada korban jiwa, AHY menilai tindakan tersebut tidak bisa ditoleransi.
“Ini sangat disayangkan, jika ada pihak-pihak yang mempersiapkan dan mendesain aksi pembakaran itu. Maka siapapun pelakunya harus diusut, diinvestigasi, dan diproses hukum secara tegas,” tegasnya.
AHY menekankan pentingnya menegakkan hukum tanpa pandang bulu agar kerusakan tidak semakin meluas. Menurutnya, membiarkan tindakan anarkis hanya akan membuka ruang bagi kehancuran yang lebih besar.
Selain aspek keamanan, AHY juga menyoroti dampak ekonomi dari kerusuhan tersebut. Ia mengingatkan bahwa kondisi instabilitas bisa memengaruhi tingkat kepercayaan masyarakat maupun investor terhadap Indonesia.
“Kalau terjadi huru-hara yang destruktif dan berkepanjangan, berbeda dengan demonstrasi damai dan konstitusional, maka sedikit banyak akan memengaruhi tingkat kepercayaan. Investor tentu berharap ekosistem dan stabilitas Indonesia terjaga agar mereka yakin untuk menanamkan modalnya,” jelas AHY.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan, termasuk infrastruktur, sangat bergantung pada hadirnya investasi. Oleh karena itu, menjaga stabilitas dan menegakkan hukum harus menjadi prioritas bersama demi pertumbuhan ekonomi nasional.
(Red)









