Aktualita.co.id – Sebuah aksi sederhana dari seorang bocah di atas haluan perahu kini menggemparkan dunia. Rayyan, bocah penari Pacu Jalur asal Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, mendadak viral setelah gerakan menarinya ditiru oleh berbagai kalangan, dari netizen biasa hingga selebritas dunia.
Rayyan menjadi sorotan setelah aksinya menari di ujung perahu dalam tradisi Pacu Jalur menarik perhatian warganet. Gaya khasnya yang energik dan penuh semangat memicu gelombang tren global. Mulai dari pesepak bola, atlet rugby, penyanyi ternama, hingga artis papan atas ikut menirukan gerakan lincah bocah ini.
Di Indonesia sendiri, artis kenamaan Luna Maya bahkan ikut menirukan gerakan Rayyan saat sedang bermain banana boat. “Lucu banget lihat gerakan bocah Pacu Jalur itu, spontan saya tirukan waktu naik banana boat,” ujar Luna dalam unggahannya yang dilihat aktualita.co.id, Rabu (09/07/25).
Cinta Tradisi Sejak Kecil
Rayyan mengaku mulai tertarik dengan Pacu Jalur sejak kecil, setelah sering diajak oleh sang ayah menonton perlombaan di Sungai Kuantan. “Ayah sering ngajak ke Pacu Jalur, jadi saya tertarik,” ujar Rayyan kepada wartawan.
Ternyata, kecintaannya pada Pacu Jalur bukan tanpa alasan. Ayah Rayyan adalah mantan atlet dayung dari tim legendaris Jalur Tuah Koghi Dubalang Ghajo, sementara kakaknya pernah menjadi Togak Luan, penari haluan dalam Pacu Jalur.
“Alhamdulillah, sangat bangga dan bersyukur Pacu Jalur Kuansing semakin dikenal luas,” tutur Rayyan penuh haru.
Rayyan memang tumbuh di pinggiran Sungai Kuantan. Ia terbiasa berenang dan naik sampan sejak kecil, menjadikan keseimbangan dan kelincahan sebagai bagian dari kesehariannya. Dua kemampuan inilah yang menjadi kunci gerakannya yang memikat dunia.
Pacu Jalur: Warisan Budaya Dunia
Pacu Jalur merupakan perlombaan tradisional mendayung perahu panjang dari kayu gelondongan, yang diadakan setiap tahun di Sungai Batang Kuantan. Tradisi ini telah menjadi jantung budaya masyarakat Kuansing selama ratusan tahun.
Sejak 2014, Pacu Jalur telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. Festival Pacu Jalur tidak hanya menjadi ajang olahraga dan hiburan, tetapi juga simbol kebanggaan dan identitas masyarakat Riau.
Menariknya, pada tahun 2022, ilustrasi Pacu Jalur karya seniman Sunda, Wastana Haikal, terpilih menjadi Google Doodle dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan RI.
Kini, berkat aksi viral Rayyan, Pacu Jalur tidak lagi hanya menjadi milik masyarakat Kuansing, namun telah menembus batas-batas dunia digital global. Pemerintah pun diharapkan semakin serius dalam mempromosikan dan melestarikan warisan budaya ini, terutama kepada generasi muda.
Semangat Rayyan telah membuktikan bahwa tradisi lokal bisa menjadi inspirasi global. Dari tepian Sungai Kuantan, hingga ke layar-layar dunia—tarian kecilnya telah menghidupkan kembali kebanggaan besar bangsa. (Rz)









