AKTUALITA.CO.ID – Karang Taruna Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, menggelar rapat kerja pengurus yang berlangsung di aula kantor Kantor Kecamatan Cileungsi pada Jumat (22/05/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri seluruh pengurus dari 12 desa se-Kecamatan Cileungsi. Hadir pula Wakil Sekretaris Jenderal Karang Taruna Kabupaten Bogor serta perwakilan MPKT Karang Taruna Kabupaten Bogor.
Ketua Karang Taruna Kecamatan Cileungsi, Dimas Anugrah mengatakan, rapat kerja tersebut menjadi langkah awal untuk memperjelas arah organisasi dan pembagian tugas kepengurusan.
“Karang Taruna Kecamatan Cileungsi memiliki beberapa agenda di depan mata yang tentunya tidak bisa dikerjakan sendiri seperti super hero, tetapi harus menjadi super tim,” ujar Dimas.
Ia menjelaskan, sebelumnya pengurus telah membentuk grup koordinasi, namun masih banyak anggota yang belum memahami posisi dan tugas masing-masing bidang dalam struktur organisasi.
“Maka dari itu, hari ini kita akan memastikan bidang-bidang yang ada di kepengurusan Karang Taruna Kecamatan Cileungsi periode 2025–2030, sekaligus meluruskan program kerja jangka pendek, menengah, dan jangka panjang,” katanya.
Dimas juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pengurus karena sejak pelantikan pada Januari lalu, organisasi dinilai masih berjalan secara situasional dan belum terarah.
“Saya mohon maaf, dari bulan Januari setelah pelantikan sampai hari ini masih situasional, masih belum terukur dan terarah. Maka dari itu, hari ini kita akan memperjelas arah dan tujuan organisasi ini sampai tahun 2030,” ungkapnya.
Selain itu, ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh pengurus yang telah meluangkan waktu untuk menghadiri rapat kerja tersebut.
Sementara itu, anggota MPKT Karang Taruna Kabupaten Bogor, Ramdani berharap rapat kerja tersebut tidak hanya menjadi forum penentuan arah organisasi, tetapi juga memperkuat solidaritas antar pengurus.
“Kalau sudah satu tubuh, tidak harus saling menyalahkan, tidak harus saling membuli dan lain sebagainya. Justru ketika ada yang luka saling mengobati, ketika ada yang tidak bisa, saling menutupi,” tuturnya.
(Deni Supriadi)









