AKTUALITA.CO.ID – Anggota DPRD Kabupaten Bogor dari Daerah Pemilihan (Dapil) 2 menggelar reses masa sidang II tahun 2024-2025 di Desa Singajaya, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor, Selasa (18/02/25).
Reses tersebut dihadiri oleh Camat Jonggol Andri Rahman, anggota DPRD Kabupaten Bogor Dapil 2, Kapolsek Jonggol, Danramil Jonggol, para kepala desa se-Kecamatan Jonggol, para kepala UPT di Kecamatan Jonggol, para kader simpatisan, serta tamu undangan lainnya.
Dalam kesempatan ini, Camat Jonggol Andri Rahman menyampaikan rasa syukur karena beberapa permasalahan di Kecamatan Jonggol telah mendapatkan solusi dari Pemerintah Kabupaten Bogor.
“Salah satunya adalah permasalahan SDN Sukamanah 2 yang selalu mengalami kebanjiran, serta infrastruktur pendidikan,” kata Andri Rahman dalam sambutannya.
“Ditahun 2025 ini juga ada dari Dinas PUPR akan melaksanakan 27 kegiatan, termasuk dari Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (DPKPP), serta Dinas Olahraga dan lainnya,” ujar Andri Rahman,” sambungnya.
Pada reses kali ini, Andri menyoroti permasalahan penerangan jalan umum (PJU) yang hingga kini masih menjadi kendala di wilayah Jonggol.
“DPMD telah mengusulkan PJU setiap tahun, namun masih terdapat kekurangan. Kami meminta perhatian lebih karena jalan kabupaten dan provinsi di Jonggol masih banyak yang belum memiliki penerangan memadai,” ungkapnya.
“Dalam reses ini kami berharap berbagai keluhan masyarakat dapat memperoleh solusi terbaik dari anggota DPRD Kabupaten Bogor, serta program yang bermanfaat bagi masyarakat Jonggol,” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor Junaidi Samsudin menegaskan bahwa dalam pembahasan anggaran, para anggota DPRD dari Bogor Timur Dapil 2 telah berjuang menyuarakan aspirasi masyarakat.
“Saya menjadi saksi bahwa semua anggota DPRD dari Dapil 2 bersuara untuk kepentingan masyarakat. Kami bukan eksekutif yang dapat langsung mengeksekusi, tetapi anggaran 2025 untuk Kecamatan Jonggol adalah hasil perjuangan kami. Kami yang membahas, mengesahkan, dan memperjuangkan anggaran tersebut,” tuturnya.
Ia juga menyinggung soal pembangunan rumah sakit yang, meskipun RSUD Cileungsi lebih dekat dengan Jonggol, tetap menjadi perhatian dalam perencanaan anggaran. Selain itu, ia menekankan pentingnya pendidikan dan program-program aspirasi masyarakat.
“Kami membuka diri untuk membantu masyarakat. Kami memiliki program pokok pikiran (pokir) yang diatur oleh undang-undang. Oleh karena itu, kami meminta masyarakat untuk memanfaatkan kami para anggota dewan wakil rakyat, silahkan mengusulkan permasalahan yang paling mendesak di wilayahnya, agar kami dapat menyalurkan program pokir kepada mereka yang benar-benar membutuhkan,” pungkasnya.
(reza)









