AKTUALITA.CO.ID – Mengantisipasi lonjakan kendaraan selama libur panjang dan momentum mudik Lebaran 2026, Polres Bogor menyiapkan sebanyak 65 Sukarelawan Pengatur Lalu Lintas (Supeltas) yang akan ditempatkan di beberapa titik strategis di Jalur Puncak, Kabupaten Bogor.
Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto mengatakan, keberadaan Supeltas masih sangat dibutuhkan untuk membantu petugas kepolisian dalam mengatur arus lalu lintas, terutama ketika terjadi peningkatan volume kendaraan.
Ia memprediksi, potensi lonjakan kendaraan tidak terjadi saat arus mudik berlangsung, melainkan pada hari pertama dan kedua Lebaran.
“Kita tetap menggunakan Supeltas karena sudah memprediksi kemungkinan lonjakan bukan saat mudik, tetapi pada hari H pertama atau kedua Lebaran ketika masyarakat sudah mulai libur dan banyak yang menuju kawasan Puncak,” ujar AKBP Wikha, di Gadog, Bogor. Kamis (12/3/2026).
Ia menjelaskan, puluhan Supeltas tersebut akan ditempatkan di sejumlah titik rawan kepadatan lalu lintas di Jalur Puncak. Pola penempatan ini masih sama seperti yang diterapkan sebelumnya saat pelaksanaan Operasi Lilin.
Selain mengandalkan personel di lapangan, kata AKBP Wikha, Polres Bogor juga memanfaatkan data lalu lintas dari Gerbang Tol Ciawi untuk memprediksi potensi kepadatan kendaraan yang menuju kawasan Puncak.
Ia mengungkapkan, apabila jumlah kendaraan yang melintas di Gerbang Tol Ciawi mencapai angka 2.200 hingga 2.500 kendaraan per jam, pihak kepolisian akan segera menerapkan rekayasa lalu lintas guna mengurai kepadatan, salah satunya dengan sistem one way.
“Kalau kendaraan yang melewati Gate Tol Ciawi per jam sudah tembus di angka 2.200 sampai 2.500 kendaraan, maka biasanya kita akan melakukan beberapa rekayasa lalu lintas, terutama sistem one way,” ungkapnya.
Tak hanya itu, kepolisian juga kini memanfaatkan teknologi Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) portable yang telah dipasang di Jalur Puncak.
Perangkat ini tidak hanya berfungsi untuk penegakan hukum melalui tilang elektronik, tetapi juga membantu petugas dalam melakukan penghitungan jumlah kendaraan yang melintas.
“Sekarang di Jalur Puncak sudah ada ETLE portable. Selain untuk penegakan hukum, kamera tersebut juga membantu kami melakukan traffic counting atau menghitung jumlah kendaraan yang melintas,” pungkasnya.
(Retza)









