GUNUNG PUTRI, 13 Juli 2026 – PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Gunung Putri terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga kontinuitas pasokan listrik serta memprioritaskan keselamatan kerja di wilayah operasionalnya. Langkah nyata ini diwujudkan melalui eksekusi tiga program preventif penting yang dilakukan secara serentak di dua Unit Layanan Pelanggan (ULP), yaitu ULP Citereup dan ULP Cileungsi. Pemeliharaan ini difokuskan pada optimalisasi infrastruktur jaringan guna meminimalisir potensi gangguan yang dapat merugikan pelanggan.
General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Barat, Muhammad Joharifin, menegaskan bahwa keandalan pasokan listrik dan implementasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) adalah dua pilar utama yang tidak boleh ditawar. Menurutnya, percepatan pemeliharaan aset di lapangan harus selalu berjalan selaras dengan kepatuhan terhadap standar keselamatan yang ketat. Upaya terintegrasi yang dilakukan oleh jajaran UP3 Gunung Putri ini diharapkan dapat mempertahankan tren positif kualitas pelayanan listrik bagi masyarakat dan sektor industri di Jawa Barat.
Senada dengan hal tersebut, Manager PLN UP3 Gunung Putri, Darwin Simanjuntak, menjelaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan ini merupakan bagian dari akselerasi pemeliharaan berkala untuk menyambut tantangan operasional ke depan. Darwin menekankan bahwa penanganan infrastruktur secara proaktif jauh lebih efektif untuk mencegah terjadinya pemadaman tidak terencana. Dengan perencanaan yang matang, tim di lapangan mampu mengeksekusi tiga titik krusial sekaligus dengan tingkat presisi dan efisiensi yang tinggi.
Titik fokus pertama terletak pada Penyulang (P.) Pajero di bawah pengelolaan PLN ULP Citereup, di mana tim teknis melakukan pemasangan Rambalika (Rambu-Rambu Keselamatan Jaringan). Pemasangan rambu keselamatan khusus ini menjadi sangat vital sebagai penanda visual yang jelas di sepanjang jalur distribusi Saluran Udara Tegangan Menengah (SUTM). Kehadiran Rambalika tidak hanya melindungi para petugas yang sedang melakukan pemeliharaan di masa mendatang, tetapi juga menjadi instrumen edukasi publik agar masyarakat sekitar tetap waspada terhadap bahaya listrik.
Masih di jalur yang sama, program preventif kedua yang dieksekusi adalah penjumperan jaringan gardu baru pada P. Pajero ULP Citereup. Proses manuver beban dan penyambungan teknis ini bertujuan untuk memperluas fleksibilitas manuver pasokan listrik sekaligus meningkatkan kapasitas distribusi di wilayah tersebut. Melalui interkoneksi gardu baru ini, PLN dapat memastikan pembagian beban arus listrik menjadi lebih seimbang, sehingga risiko kelebihan beban (overload) yang memicu gangguan dapat dieliminasi sejak dini.
Sementara itu, langkah antisipatif ketiga bergeser ke wilayah kerja PLN ULP Cileungsi, tepatnya pada jalur P. Damai. Tim pelayanan teknik bergerak cepat melakukan pengamanan kawat terurai yang ditemukan pada jaringan udara. Kawat yang terurai berpotensi besar memicu korsleting atau gangguan hubung singkat apabila terkena gesekan benda asing seperti ranting pohon atau benang layang-layang. Oleh karena itu, tindakan perbaikan dan penguatan mekanis kawat ini menjadi prioritas utama demi mengamankan penyaluran energi di jalur P. Damai.
Darwin Simanjuntak menambahkan bahwa seluruh pengerjaan teknis di lapangan, baik di ULP Citereup maupun ULP Cileungsi, diselesaikan tanpa mengabaikan aspek keselamatan operasional. Sebelum diterjunkan ke lokasi, seluruh personel diwajibkan melakukan safety briefing, memeriksa kelayakan Alat Pelindung Diri (APD), serta memastikan kondisi peralatan kerja dalam keadaan prima. Prinsip “Tidak ada yang lebih penting dari jiwa manusia” dipegang teguh oleh setiap petugas yang berada di garda terdepan.
Keberhasilan eksekusi ketiga program preventif ini secara langsung berdampak positif pada penguatan kualitas tegangan yang diterima oleh pelanggan di kawasan Gunung Putri, Citereup, dan Cileungsi. Wilayah-wilayah ini dikenal sebagai kawasan strategis yang mempertemukan pemukiman padat penduduk dengan sentra industri dinamis. Kehadiran listrik yang stabil dan tanpa kedip tentu menjadi motor penggerak utama dalam menjaga produktivitas harian masyarakat serta roda perekonomian daerah.
Melalui rilis resmi ini, PLN UP3 Gunung Putri juga menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh masyarakat yang turut menjaga ruang bebas (right of way) di sekitar jaringan listrik. PLN mengimbau agar warga tidak ragu melaporkan setiap potensi bahaya kelistrikan, seperti pohon yang mendekati kabel atau adanya kawat jaringan yang tampak kendur, melalui aplikasi PLN Mobile. Sinergi yang kuat antara PLN dan pelanggan menjadi kunci utama dalam mewujudkan ekosistem kelistrikan Jawa Barat yang aman, andal, dan berkelanjutan.









