AKTUALITA.CO.ID – Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Letjen TNI (Purn) Marciano Norman, secara resmi mengukuhkan dan melantik Dr. Bima Arya Sugiarto sebagai Ketua Umum Pengurus Pusat Asosiasi Lari Trail Indonesia (PP ALTI) masa bakti 2025–2029. Pelantikan berlangsung di Kantor KONI Pusat, Senayan, Jakarta.
Diketahui, Lari trail merupakan cabang olahraga lari yang dilakukan di jalur alam terbuka, seperti gunung, hutan, pantai, dan perbukitan. Di sejumlah negara Eropa, seperti Inggris, Skotlandia, dan Swiss, lari trail telah lama berkembang dan menjadi bagian dari tradisi olahraga sekaligus festival lokal.
Di Indonesia, olahraga lari trail mulai berkembang sejak awal tahun 2000-an, berawal dari komunitas pecinta alam dan lari. Hingga kini, perkembangannya menunjukkan tren yang sangat pesat. Kekayaan dan keindahan alam Indonesia menjadi keunggulan tersendiri dalam mendorong pertumbuhan cabang olahraga ini.
Kondisi geografis Indonesia yang dipenuhi pegunungan, pantai, serta bentang alam eksotis menjadikan lari trail tidak hanya berpotensi sebagai cabang olahraga prestasi, tetapi juga sebagai bagian penting dari pengembangan sport tourism nasional.
Marciano Norman menegaskan, peluang lari trail untuk masuk dalam ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) terbuka lebar.
“Untuk lari trail bisa dipertandingkan pada PON XXII/2028 NTT–NTB, PP ALTI harus berkomunikasi dengan KONI serta pemerintah provinsi NTT dan NTB sebagai cabang olahraga pilihan tuan rumah,” ujarnya. Kamis (12/2/2026).
Ia juga optimistis perkembangan lari trail di Indonesia akan semakin meluas.
“Penggemar lari trail semakin hari semakin banyak. Saya yakin dalam waktu yang tidak lama, olahraga ini akan hadir di 38 provinsi di Indonesia, karena lari trail sangat dicintai oleh para pecinta alam,” tuturnya.
Selain peningkatan prestasi atlet, Marciano menekankan pentingnya tata kelola organisasi yang kuat sebagai fondasi utama dalam menjalankan program kerja.
“Manajemen yang solid, mulai dari tingkat pusat, provinsi, kabupaten/kota, hingga klub, dinilai menjadi kunci keberhasilan PP ALTI ke depan,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Umum PP ALTI terpilih, Bima Arya Sugiarto, menyampaikan laporan capaian pada periode sebelumnya.
“Pada periode lalu, kami telah merampungkan pembentukan 24 pengurus provinsi, menyelenggarakan tiga Kejuaraan Nasional, mengikuti tiga kejuaraan dunia, serta ambil bagian dalam ekshibisi PON XXI Aceh–Sumut 2024,” ungkapnya.
“Banyak pelari yang beralih dari lari road ke lari trail. Antusiasme ini kami temukan di berbagai daerah, yang ditandai dengan meningkatnya jumlah penyelenggaraan event, bahkan hingga terjadi war ticket,” jelasnya.
Meski begitu, ia menegaskan bahwa lonjakan minat tersebut harus diimbangi dengan penguatan organisasi.
“Jika tidak diiringi langkah-langkah organisasional yang tepat, maka booming ini tidak akan berujung pada prestasi,” tegasnya.
Ke depan, kata Bima, PP ALTI telah menyiapkan sejumlah agenda strategis, di antaranya penyelenggaraan SEATRC di Gunung Gede Pangrango, Kejuaraan Nasional, serta keikutsertaan dalam Asia Pacific Trail Running Championship (APTRC) di Cina.
Selain itu, lanjut Bima, PP ALTI juga diharapkan mampu melakukan konsolidasi dengan federasi regional dan internasional, guna membuka peluang lari trail dipertandingkan pada ajang SEA Games di masa mendatang.
“Tak hanya itu, PP ALTI juga mempersiapkan nomor lari trail pantai untuk dipertandingkan pada Pekan Olahraga Nasional Pantai I tahun 2026 di Jakarta,” pungkaanya.
(Retza)









