AKTUALITA.CO.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan bahwa sejumlah wilayah di Indonesia berpotensi mengalami cuaca panas terik pada siang hari yang kemudian diikuti hujan pada sore hingga malam dalam beberapa hari ke depan.
Fenomena ini disebut sebagai bagian dari karakteristik masa peralihan musim (pancaroba), di mana terjadi perbedaan suhu yang cukup signifikan antara pagi hingga siang hari. Intensitas radiasi matahari yang tinggi memicu proses konveksi di atmosfer, sehingga meningkatkan peluang terbentuknya awan hujan pada sore hari.
Dalam keterangan resminya, BMKG menjelaskan bahwa hujan yang turun pada periode ini cenderung bersifat lokal, tidak merata, dengan intensitas sedang hingga lebat dalam durasi singkat. Kondisi tersebut juga berpotensi disertai kilat dan angin kencang.
Selain faktor pemanasan permukaan, tingginya kelembaban udara turut memperkuat pembentukan awan konvektif. Oleh karena itu, masyarakat diminta tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang cukup ekstrem antara siang dan malam hari.
Sebelumnya, BMKG mencatat adanya hujan dengan berbagai intensitas di sejumlah wilayah Indonesia pada periode 24 hingga 26 April. Curah hujan tinggi terpantau di beberapa daerah seperti Papua Selatan, Nusa Tenggara Barat, Sumatra Barat, hingga Sulawesi Selatan.
Kondisi tersebut dipengaruhi oleh dinamika atmosfer global dan regional, termasuk gelombang Rossby Ekuatorial, gelombang Kelvin, hingga aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO). Selain itu, adanya sirkulasi siklonik di wilayah perairan barat Sumatera dan Kalimantan Barat juga memicu terbentuknya area pertemuan angin yang meningkatkan potensi hujan.
Di sisi lain, suhu udara maksimum yang cukup tinggi juga terpantau di sejumlah wilayah. Beberapa daerah bahkan mencatat suhu harian di atas 35 derajat Celcius, seperti Kalimantan Barat, Sumatra Utara, dan Banten.
BMKG mengimbau masyarakat untuk menjaga kondisi tubuh di tengah cuaca panas pada siang hari, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat yang dapat terjadi secara tiba-tiba pada sore hingga malam hari.
(Deni Supriadi)









