AKTUALITA.CO.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor memutuskan untuk tidak merombak besaran dana Belanja Tidak Terduga (BTT) dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2026. Dana “darurat” tersebut dipatok di angka Rp80 miliar, persis seperti alokasi tahun sebelumnya.
Sekretaris Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Bogor, Achmad Wildan, menyatakan angka tersebut merupakan hasil pertimbangan matang terhadap tren kebutuhan daerah dalam menangani kondisi darurat dan bencana.
“Di APBD murni 2026 ini alokasinya sekitar Rp80 miliar, masih sama dengan tahun lalu. Sejauh ini kami terus pantau perkembangannya di lapangan,” ujar Wildan di Cibinong, Kamis (5/2/2026).
Meski tahun 2026 baru berjalan satu bulan lebih, “keran” dana BTT rupanya sudah mulai mengalir. Wildan mengungkapkan, Pemkab Bogor telah menyalurkan sekitar Rp350 juta untuk menangani dampak bencana alam yang melanda sejumlah titik, termasuk wilayah Sukamakmur dan beberapa kecamatan lainnya.
“Permohonan yang masuk cukup banyak, terutama untuk bantuan sosial korban bencana. Total yang sudah tersalurkan sekitar Rp350 jutaan untuk beberapa wilayah terdampak,” jelasnya.
Walaupun wilayah Bogor memiliki tingkat risiko bencana yang tinggi, BPKAD tetap optimistis pagu Rp80 miliar tersebut bakal mencukupi hingga tutup tahun. Dasar optimismenya adalah keberhasilan Pemkab menangani berbagai insiden besar di tahun 2025 tanpa harus kekurangan anggaran.
“Tahun kemarin dengan angka yang sama (Rp80 miliar) itu cukup. Padahal kita sempat menangani bencana besar, salah satunya jembatan putus di wilayah Cisarua yang membutuhkan biaya tidak sedikit,” tambah Wildan.
Dana BTT ini nantinya akan menjadi tumpuan utama Pemkab Bogor jika terjadi situasi di luar prediksi, mulai dari bencana alam hingga kebutuhan mendesak lainnya yang belum terakomodasi dalam belanja rutin dinas terkait.
(Pandu)









