AKTUALITA.CO.ID – Inovasi berbasis lingkungan dan pangan lahir di Desa Citaringgul, Kecamatan Babakan Madang. Melalui BUMDes Guna Jaya Sejahtera, limbah minyak goreng bekas atau jelantah yang biasanya dibuang sembarangan kini disulap menjadi sumber protein berupa telur ayam bagi warga.
Ketua BUMDes, Wahyu Hidayat, menjelaskan bahwa program ini bertujuan untuk memutus rantai pencemaran lingkungan sekaligus membantu memenuhi kebutuhan gizi masyarakat dengan cara yang ekonomis.
“Selama ini minyak jelantah sering dibuang ke selokan dan mencemari air. Di sisi lain, harga telur terkadang fluktuatif. Kami hadirkan solusi: warga cukup kumpulkan jelantah, kami tukar dengan telur bergizi,” ujar Wahyu kepada Aktualita.co.id, Minggu (29/3/2026).
Mekanisme program ini dirancang sangat sederhana agar bisa diikuti oleh ibu rumah tangga hingga pelaku UMKM. BUMDes menetapkan standar penimbangan yang menguntungkan masyarakat.
“Setiap 5 kilogram minyak jelantah bisa ditukar dengan 1 kilogram telur. Bahkan jika warga membawa satu galon penuh atau sekitar 15 kilogram, mereka bisa membawa pulang 5 kilogram telur. Manfaatnya langsung terasa di dapur warga,” jelas Wahyu.
Program ini tidak hanya menyasar skala rumah tangga, tetapi juga membidik para pelaku usaha kuliner di Citaringgul, seperti pedagang gorengan, warung nasi, hingga jasa katering yang merupakan penghasil jelantah terbesar.
Wahyu berharap inovasi ini dapat berkembang menjadi unit usaha BUMDes yang berkelanjutan. Selain menyelamatkan lingkungan dari limbah minyak, program ini juga menjadi langkah nyata desa dalam mendukung program ketahanan pangan dan perbaikan gizi masyarakat secara mandiri.
“Kami ingin gerakan ini jadi budaya baru. Lingkungan bersih, gizi keluarga pun terpenuhi tanpa harus mengeluarkan uang tambahan,” pungkasnya.
(Arsyit Syarifudin)
AKTUALITA.CO.ID — Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) RI Dadan Hindayana menghadiri langsung peresmian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Cijujung sekaligus peluncuran Koperasi Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten...
Read more









