AKTUALITA.CO.ID — Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menegaskan komitmennya untuk mendorong percepatan pembangunan di wilayah Bogor Barat melalui tiga sektor utama, yakni pembangunan infrastruktur, penguatan peran desa, serta pengembangan pusat ekonomi baru.
Sejak resmi dilantik pada 20 Februari 2025, Rudy menyebut kawasan Bogor Barat menjadi salah satu prioritas strategis yang harus segera dibenahi. Ia menargetkan dalam kurun waktu dua tahun ke depan, wilayah tersebut sudah menunjukkan perubahan yang signifikan, terutama dari sisi infrastruktur dasar.
Menurutnya, berbagai proyek pembangunan kini tengah berjalan di sejumlah titik, seperti perbaikan jalan di Parung Panjang, Rumpin, hingga akses menuju Sukabumi melalui Jalan Nirmala. Selain itu, pemerintah juga mempercepat penanganan titik longsor, pembangunan turap, serta pemasangan penerangan jalan umum yang didukung oleh program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
Tak hanya fokus pada pembangunan fisik, Pemerintah Kabupaten Bogor juga memperkuat peran desa sebagai fondasi pembangunan. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah peningkatan alokasi dana desa hingga Rp1,5 miliar, dengan skema penggunaan yang lebih fleksibel agar dapat disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat setempat.
Sejumlah program pendukung turut digulirkan, seperti inisiatif satu sarjana untuk setiap desa, penerapan digitalisasi data desa yang terintegrasi, serta penyederhanaan mekanisme bantuan keuangan agar lebih efektif dan tepat sasaran.
Rudy menekankan bahwa desa memiliki peran vital dalam memastikan kebijakan pemerintah daerah dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah kabupaten dan pemerintah desa menjadi faktor penting dalam keberhasilan pembangunan.
Di sisi lain, strategi jangka panjang juga tengah disiapkan melalui pembentukan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru, khususnya di wilayah barat dan timur Kabupaten Bogor. Salah satu rencana yang tengah dikembangkan adalah pembangunan kawasan pusat layanan terpadu (KPTM) yang diproyeksikan menjadi embrio pusat pemerintahan baru.
Beberapa proyek strategis lain juga diarahkan ke Bogor Barat, di antaranya pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi di Cibungbulang, pengembangan kawasan olahraga terpadu di Rancabungur, serta rencana perpanjangan jalur KRL hingga Jasinga guna meningkatkan konektivitas wilayah.
Rudy menegaskan, keberhasilan berbagai program tersebut sangat ditentukan oleh sinergi yang kuat antara pemerintah daerah dan pemerintah desa.
“Pemerintah kabupaten fokus pada kebijakan dan program besar, sementara pelaksanaannya ada di desa. Karena itu, kebersamaan dan kekompakan menjadi kunci utama,” ujarnya, jumat (25/04/26).
Sementara itu, perwakilan kepala desa se-Bogor Barat yang diwakili Kepala Desa Kalong Liud, Jani Nurjaman, menyampaikan apresiasi atas ruang dialog yang diberikan oleh pemerintah daerah. Ia juga mengungkapkan bahwa berbagai persoalan dan kebutuhan desa dapat disampaikan secara langsung dalam forum tersebut.
Menurut Jani, komunikasi yang terbuka antara pemerintah daerah dan desa menjadi langkah penting dalam menyelaraskan program pembangunan dengan kebutuhan riil masyarakat di lapangan.
(Deni Supriadi)
AKTUALITA.CO.ID - Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Penataan Bangunan Kelas A Wilayah II Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (DPTR), melakukan langkah konkret untuk mengatasi...
Read more









