AKTUALITA.CO.ID — Pemerintah Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, menggelar kegiatan “Citeureup Bersholawat” dengan tema bersatu dalam iman sinergi membangun negeri. Kegiatan ini berlangsung di depan Kantor Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, Sabtu (08/08/26) malam.
Kegiatan tersebut diisi langsung oleh Habib Mahdi Assegaf dan dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor Ajat Rochmat Jatnika, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), para alim ulama, pemuda, TNI, Polri, serta berbagai unsur masyarakat dan jamaah.
Suasana kegiatan berlangsung khidmat. Lantunan sholawat dan tausiah menjadi bagian utama acara yang diharapkan dapat mempererat kebersamaan sekaligus meningkatkan kecintaan masyarakat kepada Nabi Muhammad SAW.
Sekda Kabupaten Bogor Ajat Rochmat Jatnika mengatakan, kehadirannya dalam kegiatan tersebut merupakan undangan dari Camat Citeureup dan Habib Mahdi Assegaf untuk bersama-sama menghadiri sekaligus mendukung kegiatan keagamaan tersebut.
“Ini kegiatan Citeureup Bersholawat. Saya diundang oleh Bapak Camat dan Habib Mahdi bin Assegaf untuk bisa bersama-sama menghadiri kegiatan beliau,” ujar Ajat.
Menurutnya, Citeureup Bersholawat merupakan kegiatan yang melibatkan berbagai elemen, mulai dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), Forkopimcam, masyarakat, hingga jamaah Habib yang tinggal di sekitar wilayah Citeureup.
Ajat menilai kegiatan tersebut merupakan hal positif bagi Kabupaten Bogor. Ia menyebut, Bupati Bogor memberikan dukungan terhadap kegiatan-kegiatan yang dapat memperkuat nilai keagamaan dan kebersamaan masyarakat.
“Ini merupakan hal yang positif bagi kita di Kabupaten Bogor. Pak Bupati juga mendukung kegiatan seperti ini,” katanya.
Ia menambahkan, kegiatan keagamaan seperti Citeureup Bersholawat juga menjadi momentum untuk mengingatkan masyarakat agar senantiasa mencintai Rasulullah SAW dan menjadikan beliau sebagai teladan dalam kehidupan sehari-hari.
Ajat juga mengungkapkan bahwa, beberapa waktu lalu adanya sejumlah isu sosial yang berkembang di wilayah Citeureup, sehingga kepedulian para alim ulama dan tokoh agama dinilai sangat diperlukan.
“Dari situ ada kepedulian dari para alim ulama di sekitar sini dan Habib sendiri. Kegiatan ini sebagai bentuk mengingatkan kita untuk bersholawat kepada Nabi, mengajak untuk mencintai Rasulullah karena beliaulah teladan kita,” tuturnya.
Menurutnya, pesan-pesan keagamaan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut diharapkan dapat tertanam dalam ingatan dan kehidupan para jamaah, sehingga mampu menjadi pengingat untuk menjaga diri dari berbagai hal yang tidak sesuai dengan nilai-nilai agama dan norma masyarakat.
Ajat mengatakan, kegiatan serupa juga telah beberapa kali dilaksanakan di sejumlah wilayah Kabupaten Bogor. Di antaranya kegiatan keagamaan dan sholawat yang digelar di Ciampea, Pamijahan, Cibinong, serta sejumlah wilayah lainnya.
“Harapan Pak Bupati kan semua guyub. Membangun Kabupaten Bogor itu tidak bisa dengan satu golongan, harus bersama-sama. Saya kira kalau saya amati, respons dari masyarakat sangat positif,” ungkapnya.
Sementara itu, Camat Citeureup Maman Nurpadilah menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Bogor yang telah memberikan dukungan terhadap pelaksanaan Citeureup Bersholawat.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Habib Mahdi Assegaf, seluruh unsur pemerintahan dan masyarakat di Kecamatan Citeureup, serta seluruh pihak yang telah berpartisipasi menyukseskan kegiatan tersebut.
Maman berharap sinergi antara pemerintah, ulama, TNI-Polri, pemuda, dan masyarakat dapat terus terjaga untuk bersama-sama membangun Kecamatan Citeureup menjadi wilayah yang lebih baik.
“Kami berharap di Kecamatan Citeureup ini dapat terus bersinergi membangun Kecamatan Citeureup yang lebih baik,” ujarnya.
Ia juga berharap kegiatan Citeureup Bersholawat tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi dapat memberikan dampak positif bagi kehidupan masyarakat.
“Semoga dengan kegiatan Citeureup Bersholawat ini dapat mendekatkan diri kita kepada Yang Maha Kuasa, sehingga dari diri kita sendiri dapat mengantisipasi hal-hal buruk dan yang tidak diinginkan,” pungkasnya. (Retza)









