AKTUALITA.CO.ID – Kondisi para siswa SDN Ciherang 1, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, yang diduga keracunan setelah menerima makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Ciherang Dua, Yayasan Hidayah As-Salam, kini mulai membaik.
Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor Ajat Rochmat Jatnika mengatakan sebagian besar siswa yang mendapatkan penanganan medis sudah diperbolehkan pulang. Namun dua siswa lainnya masih dirumah sakit.
“Hasil laporan terbaru kondisi dua anak itu juga membaik,” ujar Ajat kepada Aktualita.co.id, Minggu (09/08/26).
Menurutnya, tindakan tegas Pemerintah Kabupaten Bogor langsung meminta penghentian sementara operasional SPPG yang memasok makanan MBG kepada para siswa.
“Penyebabnya apa, itu langsung Pak Bupati tarik rem darurat, menghentikan dulu SPPG-nya, dapur MBG-nya,” katanya.
Dari 70 penerima manfaat, sambung Ajat, 43 orang dilakukan pemeriksaan dirumahnya masing-masing, 25 orang di antaranya datang ke puskesmas untuk penanganan medis. Dari hasil pemeriksaan,
23 orang telah diperbolehkan pulang dan dua orang lainnya masih dalam pemantauan.
“Badan Gizi Nasional (BGN) juga turun langsung ke lokasi dapur SPPG untuk menangani persoalan tersebut,” cetusnya.
Untuk pemeriksaan dirumah, kata dia, dilakukan kolaborasi antara Muspika, Puskesmas dan guru disekolah. Sehingga semua terdata dan terpantau.
“Dari hasil door to door, ditemukan kurang lebih 43 orang, ada yang bergejala dan ada yang tidak,” jelasnya.
Ajat menegaskan, Pemerintah Kabupaten Bogor masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui secara pasti apakah kejadian tersebut memang berkaitan dengan makanan yang dikonsumsi para penerima manfaat.
“Sampai saat ini belum diketahui penyebabnya apa. Kita juga sedang menunggu hasil uji lab,” tandasnya.
(Retza)









