AKTUALITA.CO.ID_ Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) SMPN 138 diwarnai dugaan Pungutan Liar (Pungli). Hal ini tentu mencoreng institusi Dinas Pendidikan DKI Jakarta yang memegang teguh komitmen anti Pungli di lingkungan sekolah. Jum’at (3/5/24).
Hasil konfirmasi yang dihimpun wartawan Aktualita.co.id pada Rabu (24/04/24), Kepala Sekolah SMPN 138 Jakarta Marsono yang di dampingi Wakil Kesiswaan menjelaskan bahwa LDKS/LDKO yang di laksanakan di Ujung Rimba Camp, Cisarua, Puncak Kabupaten Bogor pada 16-17 Februari 2024 dengan jumlah peserta 70, dan pendamping LDKO sebanyak 7 orang termasuk Kepala sekolah, Wakasek, pembina OSIS, staf kesiswaan menyatakan sudah dianggarkan di RKAS dan tidak ada pungutan sama sekali.
Saat ditanya terkait anggaran yang dikucurkan untuk kegiatan tersebut melalui dana BOS atau BOP, kepsek menyatakan sudah lupa berapa anggaran nya.
“Betul, kami melaksanakan kegiatan LDKS di Puncak, Bogor. Tapi semua sudah dianggarkan di RKAS dan terkait pungutan 150rb/siswa yang dimaksud saya tidak tahu, karena kami melaksanakan kegiatan tersebut gratis dan tidak ada pungutan,” ujar Marsono,
” Dan berapa anggaran yang dikucurkan melalui BOS atau BOP yang sudah di RKAS kan saya sudah lupa, dan saat itu saya juga tidak ikut dalam pelaksanaan kegiatan tersebut dikarenakan terbentur agenda rapat,” tambah Marsono.
*Paruhum









