AKTUALITA.CO.ID – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Barat melalui Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Gunung Putri menggelar program “PLN Mengajar” di SMAN 1 Citeureup. Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan transformasi digital industri ketenagalistrikan, ekosistem kendaraan listrik, serta menanamkan kesadaran mengenai keselamatan ketenagalistrikan sejak dini kepada generasi muda.
General Manager PLN UID Jawa Barat, Muhammad Joharifin, menyampaikan bahwa program PLN Mengajar merupakan komitmen berkelanjutan perseroan dalam mendukung pendidikan nasional sekaligus menyiapkan generasi muda yang melek teknologi. Menurutnya, pelajar SMA merupakan agen perubahan yang strategis untuk mendorong teknologi bersih di masa depan.

“Kami ingin para siswa tidak hanya menjadi konsumen energi, tetapi juga memahami bagaimana energi masa depan dikelola. Lewat edukasi mengenai Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) dan green energy, kami berharap generasi muda di Jawa Barat siap menyambut dan menjadi pionir dalam migrasi ke ekosistem kendaraan listrik yang lebih ramah lingkungan,” ujar Muhammad Joharifin.
Guna memberikan pemahaman yang komprehensif, tim PLN UP3 Gunung Putri memaparkan materi mengenai kesiapan infrastruktur kendaraan listrik, khususnya jaringan SPKLU yang kini semakin masif dibangun. Para siswa diajak untuk memahami cara kerja pengisian daya kendaraan listrik serta kontribusinya dalam menekan emisi karbon di sektor transportasi.
Manager PLN UP3 Gunung Putri, Darwin Simanjuntak, menekankan pentingnya peran aktif pelajar dalam memanfaatkan layanan digital PLN. Ia menjelaskan bahwa seluruh ekosistem kelistrikan, termasuk peta lokasi SPKLU terdekat, kini sudah terintegrasi dengan sangat praktis dalam satu genggaman.
“Melalui aplikasi PLN Mobile, semua kebutuhan kelistrikan mulai dari pasang baru, bayar listrik, hingga memantau lokasi SPKLU menjadi sangat mudah. Kami juga memanfaatkan momen ini untuk mengenalkan Promo Tambah Daya yang sedang berlangsung, sehingga para siswa dapat menginformasikan kemudahan dan keuntungan ini kepada orang tua dan lingkungan rumah mereka,” kata Darwin Simanjuntak.
Selain transformasi digital dan teknologi EV, materi yang tidak kalah krusial yang disampaikan dalam sosialisasi ini adalah mengenai Keselamatan dan Ketenagalistrikan (K2). Tim K3L PLN memberikan edukasi interaktif mengenai potensi bahaya listrik di sekitar rumah dan sekolah, serta langkah pencegahan yang wajib dilakukan.
Para siswa SMAN 1 Citeureup diberikan pemahaman praktis mengenai jarak aman beraktivitas di dekat jaringan listrik, larangan bermain layang-layang menggunakan kawat, hingga bahaya melakukan penataan instalasi rumah yang tidak standar. Edukasi ini dikemas secara menarik agar para pelajar dapat menjadi perpanjangan tangan PLN dalam menjaga keselamatan kelistrikan di lingkungan mereka.
Kegiatan PLN Mengajar ini mendapat antusiasme yang luar biasa dari ratusan siswa dan pihak sekolah. Acara ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif, pembagian doorprize, serta simulasi langsung penggunaan aplikasi PLN Mobile, yang diharapkan dapat memberikan pengalaman belajar yang berkesan sekaligus bermanfaat bagi masa depan para siswa.
(red)









