AKTUALITA.CO.ID – Anggota Komisi 3 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor dari Fraksi PKS, H. Achmad Fathoni meninjau langsung Pagar tembok SDN 05 Gunung Putri yang runtuh pada Selasa sore, (18/11/25).
Dalam tinjaunya langsung ke SDN 05 Cicadas, H. Achmad Fathoni mengatakan, berharap di awal ini ada semacam anggaran BTT ( Belanja Tak Terduga), namun, karena ini memang tidak bisa kerena dinyatakan bukan bencana, makanya tidak bisa menggunakan anggaran BTT.
“Makanya tetap pakai anggarannya Disdik. Dan tadi saya sudah konfirmasi memang di APBD perubahan tidak memungkinkan, karena sudah diputuskan dan sudah mulai bergulir nih 2025 untuk APBD perubahan,” ucap H. Achmad Fathoni kepada AKTUALITA.CO.ID, Rabu, (19/11/25).
Masih dirinya menyampaikan, karena seperti itu mekanismenya, kita dorong secepat-cepatnya agar bisa dikerjakan di awal Tahun 2026.
“Karena kondisinya seperti itu, pihak sekolah harus punya perencanaan, karena yang sudah roboh pasti harus di amankan dengan menggunakan pagar sementara. Dan untuk pagar tembok yang masih utuh ini juga rawan, harus ada sokongan dulu untuk mengamankan,” katanya.
“Memang tahapan anggaran di pemerintah seperti itu, bisa dengan mekanisme BTT, tapi itu bagian dari peristiwa bencana. Dan ketegori ini tidak bisa dimasukkan anggran BTT, Karena bukan kejadian bencana,” sambungnya.
Selain itu, Kedatangan Dewan Fathoni ke SDN 05 Gunung Putri juga menanggapi laporan terkait Meubelair yang sudah memprihatinkan, kata ia, di APBD perubahan memang diberikan kesempatan mengajukan usulan untuk sekolah yang di prioritaskan dapat bantuan Meubelair.
“Alhamdulillah SDN 05 Gunung Putri bagian radar, masuk radar untuk dapat bantuan. Jadi sementara menghibur pagar dengan Meubelair, tidak dapat pagarnya dulu tapi Meubelair nya Insyaallah di akhir tahun ini dapat,” jelasnya.
Dirinya menambahkan, disaat rapat dengan dinas Pendidikan, salah satu prioritas dari APBD ( Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) Kabupaten Bogor Tahun 2026 adalah Pendidikan, baik itu rehab, rekonstruksi atau pembangunan baru maupun Meubelair, tutupnya.
(Deni Dawer)









