AKTUALITA.CO.ID- Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Dapil 2, H. Junaidi Samsudin, S.H meminta adanya beberapa poin perbaikan terkait Gerakan Pangan Murah (GPM) Istimewa di Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor.

Peryataan tersebut dilontarkan H. Junaidi Samsudin, S.H atau yang kerap disapa Junsam ketika memonitoring langsung program GPM Istimewa yang digelar oleh Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Bogor di Kecamatan Cileungsi yang didampingi Sekertaris Camat Cileungsi beserta Staf Kecamatan Cileungsi, Selasa (25/03/25).
“Kegiatan ini memang serentak di 40 Kecamatan, kebetulan saya memonitoring di Kecamatan Cileungsi. Ini bagus sekali tujuannya Pemda itu untuk meringankan beban masyarakat kemudian juga menekan harga jangan sampai terlalu melambung. Namun, perlu ada beberapa perbaikan,” ucap Junaidi Samsudin Kepada Aktualita.co.id.
Lebih lanjut Junsam membeberkan, bahwa program GPM Istimewa yang digelar serentak di 40 Kecamatan sudah dipromosikan jauh-jauh hari dan secara otomatis khususnya masyarakat Kecamatan Cileungsi itu sudah antusias untuk datang. Tetapi apa yang dijanjikan khususnya untuk pembukaan itu tidak sesuai dengan jadwal dan tidak adanya beberapa jenis pangan yang tersedia.
“Dijanjikan jam 8.30 buka baru jam 10.00. Ini masyarakat sudah antri. Kemudian jenis-jenis pangannya, ada beberapa jenis yang tidak ada. Lalu kemudian kuota atau volume next harus ditingkatkan lagi, kenapa, yang disediakan sekarang ini selain tadi tidak sesuai, juga volumenya tidak sesuai. Jadi kasian masyarakat yang sudah ngantri sekian jam, teryata dia tidak kebagian karena kuota habis,” cetusnya.
“Kalo yang saya denger itu ketidaksiapannya Vendor. Tapi nanti mohon dikroscek ulang. Dan kalo misalnya bener Vendor itu tidak siap, untuk kedepan harap dievaluasi,” sambungnya.
Lalu kemudian Junsam berharap, Gerakan Pangan Murah (GPM) Istimewa tidak hanya sekali digelar di bulan suci Ramadhan. “khusus di bulan puasa, karena memang biasanya lonjakan harga itu terjadi di bulan puasa ketika menjelang mau Lebaran. Itu mungkin perlu diperbanyak, selain itu juga di bulan-bulan yang lain juga tidak masalah. Kami akan dorong dan berusaha karena emang ini bagus untuk membantu masyarakat, kami akan dorong anggarannya agar lebih maksimal lagi,” pungkasnya.
Sementara, hal senada dilontarkan oleh Sekertaris Camat Cileungsi Junan Hatala, bahwa harus adanya beberapa poin perbaikan dalam program GPM Istimewa di Kecamatan Cileungsi.
“Kami Kecamatan Cileungsi hanya memfasilitasi program GPM ini dari Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bogor, Vendor lah yang menyuplai semua jenis pangan. Benar tadi yang dikritik oleh Pak Dewan bahwa harus ada beberapa hal yang diperbaiki dari kuota, jadwal dan kesediaan pangan yang sudah tertera,” ucapnya.
(Deni Dawer)









