AKTUALITA.CO.ID – Menghadapi musim kemarau yang mulai berlangsung, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor memperkuat langkah antisipasi terhadap potensi kekeringan di sejumlah wilayah.
Berbagai upaya dilakukan secara kolaboratif bersama pemerintah pusat, TNI, dan instansi terkait guna memastikan ketersediaan air bagi masyarakat tetap terjaga.
Bupati Bogor, Rudy Susmanto mengatakan, Pemkab Bogor telah melakukan berbagai intervensi sejak bulan lalu untuk mengurangi dampak kekeringan, khususnya di wilayah yang selama ini rawan mengalami krisis air.
”Sejak bulan lalu kami melakukan intervensi yang cukup besar. Di beberapa wilayah seperti Ciseeng, Kemang, Parung, Rancabungur, Cariu, hingga Tanjungsari, normalisasi sungai terakhir bahkan ada yang dilakukan lima, sepuluh, hingga lima belas tahun lalu, ini akan dinormalisasi,” ujar Rudy, di Babakan Madang. Kamis (2/7/2026).
Ia menjelaskan, banyak saluran irigasi yang selama ini tidak lagi berfungsi akibat rusak maupun tertutup. Karena itu, Pemkab Bogor menggandeng Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dan Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) untuk mengaktifkan kembali jaringan irigasi yang ada.
”Beberapa saluran irigasi banyak yang hilang. Hari ini kami berkolaborasi dengan BBWS dan PSDA untuk mengaktifkan kembali saluran-saluran irigasi yang ada,” katanya.
Selain melakukan normalisasi irigasi, kata Rudy, Pemkab Bogor juga bekerja sama dengan TNI, khususnya Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Korem 061/Suryakancana, dan Kodim 0621/Kabupaten Bogor untuk membangun sumur-sumur baru di wilayah yang rawan kekeringan.
Tak hanya itu, pemerintah juga memanfaatkan potensi sumber mata air yang tersebar di Kabupaten Bogor dengan membangun jaringan perpipaan agar air bersih dapat langsung dialirkan ke permukiman warga.
”Bogor memiliki sumber mata air yang luar biasa, namun belum terkelola secara optimal. Kami tidak mengelolanya untuk kepentingan bisnis, tetapi melakukan pipanisasi agar air dari sumber mata air tersebut dapat mengalir langsung ke rumah-rumah warga yang rentan mengalami kekeringan,” jelasnya.
Sebagai langkah antisipasi tambahan, lanjut Rudy, Pemkab Bogor juga menyiapkan sejumlah toren air yang akan digunakan sebagai cadangan distribusi air bersih ketika debit air mulai menurun selama musim kemarau.
”Kami juga mempersiapkan beberapa toren air sehingga ketika kondisi air surut, masyarakat tidak terlalu terdampak,” ungkapnya.
Meski begitu, Rudy mengakui bahwa penanganan kekeringan di Kabupaten Bogor merupakan tantangan besar. Pasalnya, Kabupaten Bogor merupakan daerah dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia serta memiliki wilayah yang sangat luas.
Karena itu, ia menegaskan bahwa upaya penanganan kekeringan tidak dapat dilakukan oleh pemerintah daerah sendiri, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh pihak.
”Bogor adalah kabupaten dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia dan wilayah yang sangat luas. Kalau ingin menuntaskan persoalan ini, kita harus bekerja bersama-sama melalui kolaborasi semua pihak,” pungkasnya.
(Retza)
AKTUALITA.CO.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca di wilayah Kabupaten Bogor dan Kota Bogor pada Jumat, 3 Juli 2026, didominasi kondisi cerah hingga cerah berawan....
Read more









