AKTUALITA.CO.ID – Kenaikan harga sejumlah bahan pokok di Kabupaten Bogor mengalami kenaikan, mulai dari Plastik, minyak dan bahan lainnya menjadi sorotan serius. Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Bogor, Ferry Roveo Chechanova, menegaskan pemerintah pusat harus segera mengambil kebijakan strategis untuk mengatasi lonjakan harga yang dinilai dipengaruhi situasi krisis global.
Menurutnya, kenaikan harga yang terjadi saat ini bukan hanya dirasakan masyarakat Kabupaten Bogor, melainkan juga menjadi persoalan nasional yang berdampak luas di berbagai daerah di Indonesia.
”Ini berkaitan dengan krisis global. Jadi persoalan ini bukan hanya terjadi di Kabupaten Bogor, tapi di seluruh Indonesia. Pemerintah pusat harus segera mengambil langkah dan solusi konkret,” ujar Vio sapaan akrabnya kepada Aktualita.co.id, di Lido Cigombong, Kabupaten Bogor. Senin (20/04/26).
Ia menjelaskan, kenaikan harga sejumlah bahan pokok, termasuk plastik, dipicu oleh ketergantungan bahan baku impor. Kondisi tersebut membuat harga dalam negeri mengalami kenaikan karena konflik internasional.
”Karena bahan bakunya banyak yang berasal dari impor, ketika terjadi gangguan global tentu harga ikut naik. Sementara masyarakat di daerah seperti Kabupaten Bogor hanya menjadi penerima dampaknya, tetap harus membeli meski harganya tinggi karena itu kebutuhan,” katanya.
Ferry juga menyoroti konflik dan perselisihan antarnegara yang dinilai menjadi salah satu pemicu terganggunya rantai pasok global. Ia mendorong adanya penyelesaian terhadap konflik tersebut agar dampaknya tidak terus membebani masyarakat.
”Jalan keluarnya, perselisihan antarnegara yang terjadi saat ini harus segera dihentikan. Karena yang paling terdampak adalah masyarakat, bukan hanya di Indonesia tapi juga di banyak negara lain,” tegasnya.
Diketahui, kenaikan harga bahan pokok berbahan plastik di Kabupaten Bogor mengalami lonjakan cukup signifikan dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi ini dikhawatirkan berdampak pada daya beli masyarakat serta sektor usaha yang bergantung pada bahan tersebut.
Komisi II DPRD Kabupaten Bogor pun meminta pemerintah pusat segera melakukan langkah antisipasi, termasuk menjaga stabilitas pasokan dan harga agar beban masyarakat tidak semakin berat.
(Retza)
AKTUALITA.CO.ID – Pemerintah resmi membuka rekrutmen besar-besaran bagi 35.476 tenaga kerja untuk mengelola Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) mulai 15 April 2026....
Read more









