AKTUALITA.CO.ID – Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Daerah Pemilihan (Dapil) II, Hj. Nunur Nurhasdian, menggelar workshop psikologi dan koding bagi para guru Raudhatul Athfal (RA) yang berada di wilayah Bogor Timur.
Kegiatan yang digelar secara gratis tersebut berlangsung di Aula Kolam Renang Water Joy Harvest, Desa Cipenjo, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Sabtu (25/7/2026). Workshop ini diikuti sebanyak 112 peserta yang terdiri dari para guru RA jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan berbagai materi yang berkaitan dengan psikologi pendidikan, khususnya strategi dalam mengajar dan mengasuh anak berkebutuhan khusus (ABK) di lingkungan sekolah maupun keluarga.
Narasumber workshop, Sri Rahma Wulandari, menyampaikan materi utama mengenai strategi menghadapi dan mendampingi anak ABK. Menurutnya, guru perlu memahami bahwa anak berkebutuhan khusus memiliki karakteristik dan metode belajar yang berbeda dengan anak pada umumnya.
“Bagaimana cara mengajar dan mengasuh anak ABK di sekolah, kemudian bagaimana cara guru berkolaborasi dengan orang tua. Kita juga memberikan pemahaman bagaimana cara mendampingi anak ABK ketika berada di rumah,” ujar Sri Rahma Wulandari.
Ia menjelaskan, anak berkebutuhan khusus tidak dapat diberikan metode pembelajaran yang sama seperti anak-anak lainnya. Karena itu, diperlukan pendekatan khusus agar proses pembelajaran dapat berjalan secara optimal.
“Anak ABK sebenarnya bukan anak yang nakal atau bodoh. Mereka memiliki cara sendiri dalam menerima pembelajaran. Karena itu, guru harus memahami karakter dan kebutuhan masing-masing anak,” jelasnya.
Menurutnya, keberadaan anak berkebutuhan khusus di lembaga pendidikan RA menjadi tantangan tersendiri bagi para pendidik. Setiap tahun, terdapat anak ABK yang masuk ke lingkungan pendidikan RA sehingga guru dituntut memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam memberikan pendampingan.
“Anak ABK membutuhkan penanganan khusus. Mereka tidak bisa diberikan metode belajar yang sama dengan anak pada umumnya. Itulah mengapa workshop psikologi ini penting, agar para guru mengetahui metode yang tepat dalam mengajar dan mengasuh anak ABK,” katanya.
Ia menambahkan, kondisi anak berkebutuhan khusus memiliki beragam karakteristik. Oleh sebab itu, pemahaman guru dan orang tua menjadi faktor penting dalam mendukung tumbuh kembang serta proses pendidikan anak.
Sementara itu, Hj. Nunur Nurhasdian menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh peserta yang telah hadir dan berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
Ia berharap workshop yang diberikan dapat memberikan manfaat bagi para guru RA dan dapat diterapkan dalam proses belajar mengajar sehari-hari.
“Saya mengucapkan terima kasih atas kehadiran dan partisipasi seluruh peserta. Semoga kegiatan ini memberikan manfaat dan seluruh materi yang disampaikan para narasumber dapat diaplikasikan dalam kegiatan mengajar,” ungkapnya.
Di tempat yang sama, Ketua Kelompok Kerja Raudhatul Athfal (KKRA) Kabupaten Bogor, Kuwatno, juga menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
Menurutnya, workshop menjadi kesempatan bagi para guru RA untuk mendapatkan wawasan dan pengetahuan baru dalam menghadapi berbagai karakter anak usia dini, termasuk dalam memberikan pembelajaran kepada anak berkebutuhan khusus.
“Kami mengucapkan terima kasih. Dengan adanya kegiatan ini, para guru RA mendapatkan pelajaran dan pengetahuan baru, khususnya mengenai cara mengajar dan mendidik anak usia dini,” ujar Kuwatno.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga kompetensi para guru RA di Kabupaten Bogor, khususnya wilayah Bogor Timur, semakin meningkat dan mampu memberikan pendidikan yang berkualitas bagi anak-anak usia dini.
(Deni Supriadi)








