AKTUALITA.CO.ID _ Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) H.Achmad Fathoni ikut hadir dalam kunjungan Pj Bupati Bogor Bachril Bakri di Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Rabu (09/10/24).
Dalam kesempatan tersebut Achmad Fathoni menyebut Kecamatan Gunung Putri ini merupakan salahsatu kecamatan yang penduduknya terbanyak ke 2 di Kabupaten Bogor, dan Gunung Putri ini merupakan lumbung industri.
” Lumbung industri ini memberikan potensi ekonomi yang luar biasa karena memang di PPS kalo kita melihat PDRB. Industri itu memberikan dampak perputaran ekonomi yang tinggi, dan di kabupaten bogor 60 sampai 70 % perputaran ekonomi adalah dari industri,” kata Achmad Fathoni kepada Aktualita.co.id.
” Dan kalo di cek keberadaannya, industri yang terbanyak itu pertama di Gunung Putri, Cileungsi, Klapanunggal, Cibinong atau Citeureup . Dengan potensi ini inilah mungkin yang menjadi PR Pj Bupati dampaknya sangat besar terhadap lingkungan, tapi tak memberikan benefit langsung kepada penduduk Gunung Putri itu yang masih dipertanyakan,” jelasnya.
Mumpung lagi bertemu dengan Pak Pj, kata Achmad Fathoni, Ia sampaikan porsi anggaran untuk Gunung Putri secara umum itu sangat jauh dari proporsional PAD yang diberikan kepada Kabupaten Bogor. “Gunung Putri memberikan kontribusi 30 sampai 40% tapi Kecamatan Gunung Putri terbatas. Jadi saya berharap tidak harus sesuai dengan porsi PAD nya tapi minimal mendekati, jangan terlalu jomplang,” cetusnya.
Pria yang akrab disapa Fathoni itu menambahkan, jika anggarannya untuk Gunung Putri proporsional, semua permasalahannya, dengan PAD nya Insya Allah dapat cepat terselesaikan.
“Saya menekankan kepada Pj Bupati Bogor jangan sampai apa yang sudah kita dapat, pagu anggaran sama dengan kecamatan lain, yang penduduknya lebih sedikit PAD nya lebih sedikit, itu yang kita harus tekankan kepada pak Pj dan kebetulan kita sebentar lagi akan membahas APBD,” imbuhnya.
Selain persoalan jomplangnya pemberian Pemkab kepada Kecamatan Gunung Putri. Fathoni juga mengadukan persoalan lingkungan dan infrastruktur. “ Kita ini belum punya pasar, kita belum punya kantor Kecamatan yang presentatif, kita juga belum punya sarana sarana standar sebagai perkotaan, dan desa ada yang juga belum punya lapangan dan yang lain sebagainya,”bebernya.
” Saya berharap nanti pertumbuhan perumahan baru dan mungkin fasilitas investasi baru bisa disambungkan dengan kebutuhan masyarakat baik di desa maupun kecamatan,”imbuhnya.
Sementara Pj Bupati Bogor Bachril Bakri mengatakan, memang Kecamatan Gunung Putri ini salahsatu penyumbang PAD terbesar di Kabupaten Bogor. Karena memang sebagian besar wilayah Gunung Putri di isi oleh industri.
“Ini akan menjadi catatan kami untuk bisa diperhatikan terhadap perkembangan ataupun pembangunan di wilayah Gunung Putri, dan pembangunan Kantor Kecamatan Gunung Putri sudah dianggarkan pada tahun 2025 akan ada anggaran khusus untuk membangun memperbaiki Kecamatan Gunung Putri. Dan Itu menggunakan dana APBD dengan nominal kurang lebih sebesar 9 miliyar,” pungkasnya.
(rezza)









