AKTUALITA.CO.ID – Polres Bogor bersama Korem, Kodim, Denpom menegaskan klarifikasi terkait beredarnya video provokatif yang menyebut adanya perintah dari TNI dalam rencana penyerangan ke Mako Satlat Brimob Cikeas, Kabupaten Bogor, pada Sabtu (30/8/2025).
Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto menjelaskan, dari patroli dan pengamanan yang dilakukan Satlat Brimob Cikeas, pihaknya berhasil mengamankan 17 orang terduga pelaku provokasi.
Dari jumlah tersebut, empat orang ditetapkan sebagai tersangka dengan peran berbeda-beda, mulai dari provokator, pembawa senjata tajam, penyebar pamflet, hingga membawa bahan bakar untuk rencana pembakaran.
“Video yang beredar di media sosial menyebut penyerangan ini atas perintah anak anggota TNI, ternyata tidak benar. Dari hasil pendalaman, niat penyerangan murni inisiatif salah satu tersangka setelah menerima pesan berantai. Nama TNI sengaja dicatut untuk mencari perlindungan,” tegas Wikha dalam press rilisnya, Minggu (31/8/2025) malam.
Sementara itu, Kasi Intel Kasrem 061/SK Kolonel Inf Syafrinaldi menegaskan klarifikasi dari pihak TNI bahwa institusinya sama sekali tidak terlibat dalam peristiwa tersebut.
“Kami ingin menegaskan, video yang beredar dan menyebut ada perintah dari TNI adalah tidak benar. TNI tidak terlibat sama sekali. TNI-Polri di wilayah Bogor tetap solid. Kami berharap masyarakat jangan mudah percaya berita hoaks yang bisa memprovokasi atau mengadu domba,” ujarnya.
Polres Bogor dan TNI juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang, tidak terprovokasi, serta bersama-sama menjaga kondusivitas wilayah. Besok pagi dijadwalkan apel gabungan dilanjutkan patroli skala besar yang melibatkan TNI, Polri, pemerintah daerah, serta elemen masyarakat.
Arsyit Syarifudin









