Aktuals
  • Home
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
  • Pendidikan dan Kesehatan
  • Sosok dan Politik
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Pemerintahan
  • Lifestyle
  • Olahraga
No Result
View All Result
Aktualita
  • Home
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
  • Pendidikan dan Kesehatan
  • Sosok dan Politik
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Pemerintahan
  • Lifestyle
  • Olahraga
No Result
View All Result
Aktuals
No Result
View All Result
Home Pendidikan dan Kesehatan

Jika Anak Demam Tinggi Hindari Minum Aspirin dan Mandi Air Dingin

sayyev by sayyev
November 20, 2023
in Pendidikan dan Kesehatan
0
Jika Anak Demam Tinggi Hindari Minum Aspirin dan Mandi Air Dingin
75
SHARES
1.2k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

AKTUALITA.CO.ID – National Health Service (NHS) menyebutkan, anak bisa dikatakan mengalami demam tinggi bila memiliki suhu tubuh di atas 38 derajat Celsius dan demam biasanya membaik dalam waktu 3-4 hari.

Namun ada hal yang harus diketahui orangtua saat anak mengalami demam tinggi. Orang tua pasti ingin memberikan perawatan yang terbaik untuk menunjang proses penyembuhannya. Akan tetapi, bentuk perawatan yang keliru berpotensi dapat memperburuk kondisi anak.

Dikutip dari RMOL, Senin (20/11/2023), mantan paramedis, Nikki Jurcutz menjelaskan, ada dua kebiasaan berbahaya yang sering dilakukan oleh orang tua ketika merawat anak yang sedang demam tinggi.

Berita lainnya

Pemkab Bogor Akan Masukan Budaya Lokal Kedalam Kurikulum Pembelajaran

Meriahkan Hari Kartini, SDN Nambo 01 Gelar Fashion Show

Kirab Binokasih, Wan Hay Soroti Pentingnya Pendidikan Sejarah dan Budaya Lokal

Jurcutz mengimbau agar orang tua tak lagi melakukan kebiasaan ini ketika anak mereka mengalami demam tinggi.

1. Memberikan aspirin sebelum berusia 16 tahun
Salah satu dari kebiasaan tersebut adalah memberikan aspirin untuk menurunkan demam anak. Jurcutz menjelaskan, demam adalah respons alami tubuh terhadap infeksi.

“Bila anak Anda tampak baik dan nyaman, tak perlu memberikan obat untuk mengatasi demam,” lanjut Jurcutz, seperti dilansir The Sun.

Jurcutz mengatakan, demam pada anak bisa dipicu oleh flu atau cacar air. Terkadang, pemberian aspirin ketika anak sedang terkena flu atau cacar air bisa memicu sebuah kondisi langka bernama sindrom Reye.

Menurut Jurcutz, sindrom Reye bisa memicu masalah serius pada otak dan bahkan mematikan bagi anak. Gejala-gejala sindrom Reye sering kali baru muncul sekitar 1-3 pekan setelah anak pulih dari infeksi virus. Berikut ini adalah gejala-gejala dari sindrom Reye:

1. Terus-menerus sakit
2. Tampak mengantuk dan kurang berenergi
3. Merasa bingung
4. Menunjukkan perubahan perilaku, seperti mudah marah atau agresif
5. Napas dan detak jantung cepat
6. Tampak rewel
7. Kesadaran menurun

Hal serupa juga dianjurkan oleh The Great Ormond Street Hospital for Children. Mereka mengimbau agar orang tua tidak memberikan aspirin kepada anak berusia di bawah 16 tahun, kecuali bila dokter yang meresepkan.

Mereka menyatakan, risiko anak untuk terkena sindrom Reye setelah diberikan aspirin memang sangat kecil. Meski begitu, orang tua tetap dianjurkan untuk tidak memberikan aspirin kepada anak, kecuali atas rekomendasi dokter.

2. Mandi air dingin
Kesalahan lain yang kerap dilakukan oleh orang tua dan perlu dihindari adalah memandikan anak yang sedang demam dengan air dingin. Sebagian orang tua melakukan hal ini karena menganggap air bersuhu dingin dapat menurunkan demam pada anak.

“Memandikan anak dengan air dingin akan membahayakan dan bisa menyebabkan hipotermia,” ujar Palang Merah Inggris.

Hipotermia merupakan kondisi menurunnya suhu tubuh hingga mencapai di bawah 35 derajat Celsius. Kondisi yang berbahaya ini biasanya memunculkan sejumlah gejala seperti berikut ini:

1. Menggigil
2. Pucat, dingin, dan kulit kering atau berubah kebiruan
3. Bicara pelo
4. Napas lambat
5. Lelah atau kebingungan

Bayi yang mengalami hipotermia bisa terasa dingin ketika disentuh. Tubuh mereka juga tampak lunglai atau jatuh ketika diangkat, sikap mereka menjadi lebih pendiam, tampak mengantuk, dan kadang menolak untuk disuapi makan.

Ketika anak mengalami demam, salah satu hal yang perlu menjadi fokus orang tua adalah menjaga hidrasi atau asupan cairan anak. Untuk bayi, upaya menghidrasi bisa dilakukan dengan memberikan ASI atau susu formula.

Untuk meringankan gejala, orang tua juga dapat memberikan parasetamol atau ibuprofen pada anak. Penting untuk memilih obat yang memang dapat diberikan untuk anak. Orang tua bisa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter bila merasa ragu.

Akan tetapi, orang tua tidak boleh mengombinasikan parasetamol dengan ibuprofen. Kombinasi ini hanya dapat diberikan kepada anak bila dokter meresepkannya.

Selain itu, parasetamol tidak boleh digunakan pada anak berusia di bawah dua bulan. Ibuprofen juga tidak boleh diberikan pada anak berusia di bawah tiga bulan, anak dengan berat di bawah 5 kg, atau anak dengan asma tanpa rekomendasi dokter.

Selama anak mengalami demam, orang tua dianjurkan untuk mengecek kondisi anak secara berkala sepanjang malam. Orang tua juga diimbau untuk segera membawa anak mereka ke dokter bila menunjukkan salah satu dari kelima tanda berikut ini:

1. Demam di atas 38 derajat Celsius pada bayi berusia di bawah 3 bulan
2. Dehidrasi, sulit minum, sedikit berkemih
3. Muncul ruam yang tidak menghilang saat ditekan
4. Tampak mengantuk
5. Kejang

**yev/rmol

Tags: anak demam tinggi
Share30Tweet19Send
sayyev

sayyev

Rekomendasi Untuk Anda

Pemkab Bogor Akan Masukan Budaya Lokal Kedalam Kurikulum Pembelajaran

by Arsyit Syarifudin
April 21, 2026
0
Pemkab Bogor Akan Masukan Budaya Lokal Kedalam Kurikulum Pembelajaran

AKTUALITA.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Bogor berencana memasukkan budaya lokal sebagai materi pembelajaran di sekolah mulai tahun ajaran baru. Rencana tersebut disampaikan Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Bogor Yudi Santosa...

Read more

Meriahkan Hari Kartini, SDN Nambo 01 Gelar Fashion Show

by Arsyit Syarifudin
April 21, 2026
0
Meriahkan Hari Kartini, SDN Nambo 01 Gelar Fashion Show

AKTUALITA.CO.ID - Suasana meriah menyelimuti SDN Nambo 01, Desa Bantarjati, Kecamatan Klapanunggal, pada Selasa (21/4/2026), saat seluruh warga sekolah memperingati Hari Kartini. Acara yang berlangsung meriah ini melibatkan...

Read more

Kirab Binokasih, Wan Hay Soroti Pentingnya Pendidikan Sejarah dan Budaya Lokal

by Arsyit Syarifudin
April 21, 2026
0
Kirab Binokasih, Wan Hay Soroti Pentingnya Pendidikan Sejarah dan Budaya Lokal

AKTUALITA.CO.ID - Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor dari Fraksi Golkar H. Wawan Haikal menyatakan dukungan penuh sekaligus mengapresiasi rangkaian kegiatan Kirab Binokasih Sanghyang Pake ke-IV yang diselenggarakan di...

Read more

Tak Masuk Katagori PBI, Mensos “Buang” 11 Juta Peserta

by Arsyit Syarifudin
April 19, 2026
0
Tak Masuk Katagori PBI, Mensos “Buang” 11 Juta Peserta

AKTUALITA.CO.ID _ Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengatakan kebijakan pemutakhiran data Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (PBI JKN) bukanlah bentuk pengurangan perlindungan negara, melainkan langkah penertiban...

Read more

Siap Kerja dan Wirausaha, UKK di SMKN 14 Bandung jadi Tolak Ukur

by Arsyit Syarifudin
April 19, 2026
0
Siap Kerja dan Wirausaha, UKK di SMKN 14 Bandung jadi Tolak Ukur

AKTUALITA.CO.ID – Uji Kompetensi Keahlian (UKK) di SMKN 14 Bandung menjadi penentu penting bagi siswa dalam membuktikan kemampuan yang telah ditempa selama tiga tahun masa pembelajaran, Sabtu (18/4/26)....

Read more
Next Post
Romo Magnis Prihatin, Separuh Penduduk Indonesia Miskin

Romo Magnis Prihatin, Separuh Penduduk Indonesia Miskin

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related News

Arahan Presiden soal Gentengisasi, Rudy Susmanto: Pemkab Bogor Siap Terapkan

Arahan Presiden soal Gentengisasi, Rudy Susmanto: Pemkab Bogor Siap Terapkan

February 4, 2026
Hari Tani Nasional 2025, Forum Rakyat Bogor Raya Geruduk Pemkab Bogor Tuntut Penyelesaian Konflik Agraria

Hari Tani Nasional 2025, Forum Rakyat Bogor Raya Geruduk Pemkab Bogor Tuntut Penyelesaian Konflik Agraria

September 24, 2025
Ini Penyebab Istri Tusuk Lengan Suami di Nambo

Ini Penyebab Istri Tusuk Lengan Suami di Nambo

October 12, 2025

Telusuri menurut Kategori

  • Daerah
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Headline
  • Hukum dan Kriminal
  • Lifestyle
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Pendidikan dan Kesehatan
  • Peristiwa
  • Sosok dan Politik
Aktualita

aktualita.co.id merupakan portal berita aktual yang tersaji dengan realita seputar pemerintahan, daerah, pendidikan hingga informasi kesehatan untuk memenuhi kebutuhan pembaca masyarakat Indonesia. aktualita.co.id juga telah tergabung dengan Serikat Media siber Indonesia (SMSI) dan wartawannya tergabung dalam organisasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI).

Kategori

  • Daerah
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Headline
  • Hukum dan Kriminal
  • Lifestyle
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Pendidikan dan Kesehatan
  • Peristiwa
  • Sosok dan Politik

Informasi

Redaksi
Karir
Info Iklan
Term & Conditions
Visi dan Misi
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Kode Etik Jurnalistik

© 2024 aktualita.co.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
  • Pendidikan dan Kesehatan
  • Sosok dan Politik
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Pemerintahan
  • Lifestyle
  • Olahraga

© 2024 aktualita.co.id

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Static Icon
✕
Aktualita.co.id

FREE
VIEW