AKTUALITA.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Bogor kembali melaksanakan program rutin Jumat Keliling (Jumling) sebagai bentuk kehadiran langsung pemerintah di tengah masyarakat. Kali ini, kegiatan Jumling dilaksanakan di Masjid Besar Nuruttaqwa, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor. Jumat (6/2/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Bupati Bogor Rudy Susmanto diwakili oleh Staf Ahli Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor Sigit Wibowo mengatakan, Program Jumat Keliling merupakan salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Bogor untuk memperkuat ukhuwah islamiyah, mempererat silaturahmi dengan masyarakat, sekaligus menyerap aspirasi warga secara langsung.
“Alhamdulillah, hari ini kami berkesempatan hadir di tengah masyarakat Kecamatan Jonggol untuk melaksanakan Salat Jumat berjamaah. Ini menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi serta meneguhkan niat bersama dalam membangun Kabupaten Bogor yang penuh keberkahan dan kemakmuran,” ujar Sigit.
Ia menegaskan, kegiatan Jumat Keliling tidak hanya menjadi agenda keagamaan semata, tetapi juga sarana membangun kedekatan emosional dan spiritual antara pemerintah daerah dan masyarakat.
Menurutnya, nilai-nilai keimanan dan kebersamaan merupakan fondasi utama dalam mewujudkan pembangunan Kabupaten Bogor yang maslahat, berkeadilan, serta berorientasi pada kesejahteraan umat.
“Melalui program Salat Jumat Keliling, kami ingin terus meneguhkan semangat kebersamaan, keimanan, dan kepedulian sosial dalam membangun Kabupaten Bogor,” ungkapnya.
Tak hanya itu, kata Sigit, Pemerintah Kabupaten Bogor juga menyalurkan bantuan sebesar Rp100 juta untuk pembangunan dan perbaikan sarana prasarana Masjid Besar Nuruttaqwa. Bantuan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan masyarakat dalam beribadah.
“Pemda Kabupaten Bogor memberikan bantuan sebesar Rp100 juta yang nantinya dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan masjid, baik untuk pembangunan maupun perbaikan sarana yang sudah tidak layak,” jelasnya.
Sementara itu, Camat Jonggol Andry Rahman menjelaskan, dari total bantuan tersebut akan dikenakan potongan pajak sekitar 10 hingga 15 persen.
“Biasanya dari anggaran Rp100 juta itu dipotong pajak sekitar 10-15 persen, sehingga dana bersih yang diterima sekitar Rp85-90 juta. Dana tersebut akan kami optimalkan sesuai kebutuhan masjid,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa awalnya bantuan tersebut diarahkan untuk pengadaan karpet salat menjelang Ramadan. Namun, pihak kecamatan dan pengurus masjid menyampaikan bahwa kebutuhan masjid tidak hanya terbatas pada karpet.
“Awalnya Bupati menginginkan bantuan itu untuk karpet Salat Tarawih. Tapi kami sampaikan bahwa tidak semua masjid membutuhkan karpet. Ada juga kebutuhan lain seperti atap bocor, toilet, dan fasilitas lainnya. Alhamdulillah, Bupati menyetujui agar dana digunakan sesuai kondisi dan kebutuhan masjid masing-masing,” jelas Andry.
Atas bantuan tersebut, Andry Rahman menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Bogor.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Bogor dan Bupati Bogor atas bantuan yang diberikan untuk Masjid Besar Nuruttaqwa Jonggol,” tutupnya.
(Retza)









