Aktualita.co.id — Suasana Musyawarah Desa (Musdes) di Desa Babakan Madang, Kabupaten Bogor, menghangat saat Kepala Desa Ir. Deni Nugroho melontarkan pernyataan tegas kepada para perangkat dan lembaga desa: jika tidak sanggup bekerja maksimal, lebih baik mundur.
Pernyataan itu disampaikan dalam agenda Musdes yang digelar untuk mengevaluasi pelaksanaan Dana Desa tahap pertama tahun anggaran 2025. Kegiatan ini dihadiri oleh ketua RT dan RW, LPM, BPD, serta seluruh unsur kelembagaan desa.
“Alhamdulillah, tahap pertama berjalan lancar. Pekerjaan seperti betonisasi jalan lingkungan di Kampung Malimping, drainase di Cicadas, dan pemasangan papan nama desa sudah dilaksanakan,” ujar Ir. Deni Nugroho.
Namun lebih dari sekadar laporan teknis, Kades juga menekankan pentingnya komitmen kerja dari seluruh perangkat dan lembaga desa.
“Pak Kades sampai marah. Beliau bilang semua harus kerja maksimal. Kalau memang tidak sanggup menjalankan tugas, silakan mengundurkan diri,” ujar Boim, perwakilan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Babakan Madang, mengutip pernyataan sang kades.
Musdes kali ini memang difokuskan pada monitoring dan evaluasi pelaksanaan Dana Desa tahap pertama. Sementara untuk perencanaan program tahun anggaran 2026 akan dilanjutkan melalui tahapan pra-Musdes dan Musdes berikutnya, yang mengacu pada RPJMDes Desa Babakan Madang.
(Arsyit Syarifudin)









