AKTUALITA.CO.ID – Komisi III DPRD Kota Bekasi mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi segera turun tangan mendata permasalahan yang dihadapi Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) di seluruh wilayah kota. Sejumlah koperasi, dilaporkan kesulitan beroperasi akibat keterbatasan modal dan stok barang.
Anggota Komisi III DPRD Kota Bekasi, Abdul Muin Hafied, menilai Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (DiskopUKM) harus aktif memetakan persoalan di lapangan agar pemerintah daerah dapat segera mengusulkan solusi ke pemerintah pusat.
“Permasalahannya di mana, itu tanggung jawab Diskop-UKM untuk mendata semuanya. Setelah ada datanya, baru wali kota bisa melapor dan mencari jalan keluar ke pusat,” ujar Muin, Selasa (28/10/25).
Menurutnya, pendataan dan evaluasi diperlukan untuk mengetahui titik lemah operasional KKMP yang baru diresmikan Presiden Prabowo pada Juli lalu. Ia menegaskan, program nasional tersebut tidak boleh berhenti di tengah jalan karena memiliki potensi besar memperkuat ekonomi masyarakat.
“Koperasi ini harus jalan di semua 56 kelurahan, bukan hanya satu kelurahan saja,” tegasnya.
Muin juga menyoroti pentingnya dukungan pemerintah daerah dalam bentuk kemudahan perizinan, akses usaha, dan fasilitasi modal agar koperasi bisa bertahan. Tanpa dukungan konkret, kata dia, pengelolaan KKMP tidak akan berjalan optimal.
“Kalau semua upaya sudah dilakukan tapi tetap belum jalan, baru kita evaluasi dan ambil kesimpulan,” tambahnya.
Sementara, Ketua Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Jatimurni, Sony Rompas, mengatakan sejak di lantik jadi pengurus pada bulan Juni biaya operasional menggunakan anggaran pribadi.
“Ya kita menggunakan angggaran pribadi setiap pengurus untuk biaya operasionalnya. Masih banyak keterbatasan terkait biaya operasional,” ujarnya, Selasa (28/10/2025).
Dirinya menjelaskan, rencananya pemerintah pusat akan merealisasi bantuan modal sebesar kurang lebih Rp3 – 3,5 miliar. “Persoalannya regulasinya belum rampung oleh kementerian terkait,” katanya.
Dirinya melanjutkan, bahwa karna belum turunnya bantuan modal dari pemerintah pusat dan sudah empat bulan kita aktif, akhirnya ada satu orang pengurus yang mengundurkan diri. “Sudah ada satu pengurus kita yang mundur akibat tidak kuat karna terkendala soal biaya operasional,” ungkapnya.
“Kita berharap pemerintah segera mencairkan bantuan modal untuk koperasi merah putih, sudah kegiatan para pengurus koperasi berjalan tanpa kendala soal biaya operasional,” tuturnya. (Adv)









