AKTUALITA.CO.ID – Lembaga Studi Visi Nusantara (LS Vinus) merilis hasil survei kepuasan masyarakat terhadap 100 hari kinerja Pemerintah Kota Bogor yang dipimpin oleh Wali Kota Dedie A. Rachimbdan Wakil Wali Kota Jenal Mutaqin di Seknas LS Vinus, Cibinong, Kabupaten Bovor, Kamis (12/6/25).
Survei dilakukan pada 1–5 Juni 2025 menggunakan metode wawancara langsung ke lapangan dengan teknik cluster random sampling. Sebanyak 800 responden dilibatkan dalam survei ini dengan margin of error ±4% dan tingkat kepercayaan 95%.
Hasil survei menunjukkan bahwa rata-rata tingkat kepuasan masyarakat terhadap 100 hari kinerja Pemkot Bogor mencapai 66,48%, sementara 33,52% menyatakan tidak puas. Berikut rincian kepuasan masyarakat di berbagai sektor:
Ekonomi 66,38% puas, Pendidikan 68,63% puas, Kesehatan 69,38% puas, Infrastruktur 70,38% puas, Transportasi 66,75% puas, Ketenagakerjaan 61,38% puas, Pertanian 65,88% puas, Sosial 71,38% puas, Pelayanan Publik 69,63% puas, Keamanan 60,25% puas, Penegakan Hukum 56,38% puas, Pemberantasan Korupsi 47,13% puas, Tata Kelola Pemerintahan yang Bersih 73,88% puas, Tata Kelola Lingkungan 75,63% puas, Kebudayaan 70,50% puas dan Komunikasi Publik 70,25% puas.
Survei juga mengukur tingkat kepuasan terhadap keterbukaan informasi dan komunikasi publik yang dijalankan oleh Pemkot Bogor.
- Keterbukaan informasi publik: 45,75% puas
- Akses masyarakat terhadap informasi program Pemkot: 55,00% puas
- Pengelolaan media sosial resmi Pemkot: 49,12% puas
- Komunikasi langsung melalui forum warga: 51,88% puas
- Pelibatan masyarakat dalam perencanaan pembangunan: hanya 34,50% puas
Dari sisi popularitas, hasil survei menunjukkan bahwa Wali Kota Dedie Rachim dikenal oleh 55,62% responden, sementara Wakil Wali Kota Jenal Mutaqin dikenan oleh 44,50% responden.
Mengenai tingkat kepercayaan masyarakat terhadap kepemimpinan pasangan Dedie – Jenal dalam memimpin Kota Bogor.
Cukup yakin: 34,13%, Sangat yakin:29,25%, Kurang yakin: 11,13%, Tidak yakin 17,13% dan Tidak tahu/tidak menjawab 8,38%.
Menanggapi hasil survei tersebut, analis kebijakan publik Jeirry Sumampow menyatakan, bahwa komitmen pemimpin sangat penting untuk dinilai sejak awal masa jabatan.
“Jika dalam 100 hari pertama saja sudah terlihat komitmen yang kuat, masyarakat akan semakin percaya terhadap kinerja mereka dalam lima tahun ke depan,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan agar tidak hanya fokus pada kebijakan populis menjelang akhir masa jabatan, melainkan menjaga stabilitas dan konsistensi komitmen sejak awal hingga akhir pemerintahan.
Moderator LS Vinus, Bagas menjelaskan, bahwa survei ini menggunakan instrumen tertutup untuk menjaga objektivitas dan validitas data.
“Kami melakukan wawancara langsung di lapangan dari tanggal 1 hingga 5 Juni 2025 dengan margin error 4% dan tingkat kepercayaan 95%. Data yang kami rilis dapat menjadi referensi bagi publik dan Pemkot Bogor dalam mengevaluasi kinerja ke depan,” pungkasnya.
(Pandu)









