Aktualita.co.id _ Tentu saya ucapkan selamat kepada Jaro Ade, DPD Golkar dan DPD PAN Kabupaten Bogor yang telah bersepakat dan mendekkarasilan mengusung Jaro Ade sebagai calon Bupati Bogor yang akan diusung pada Pemilu 2024 memdatang. Sebagai kesepakatan awal, Langkah Golkar dan PAN yang secara tegas dan lebih awal mengusung dan mendeklarasikan Jaro Ade sebagai calon Bupati Bogor yang akan diusung pada Pilkada 2024 mendatang merupakan langkah yang sangat tepat.
Minimal ada dua alasan, Pertama, Tahapan Pilkada 2024 beririsan dengan tahapan pelaksanaan Pemilu 2024. Terlebih jika Pelaksanaan tahapan pungut hitung pada Pilkada 2024 dimajukan bulan September, yang awalnya menurut Undang-Undang No. 10 tahun 2016 dilaksanakan pada bulan November. Sedangkan hasil perolehan dan penetapan kursi hasil pemilu 2024 baru ditetapkan bulang agustus 2024. Sehingga nyaris tidak ada waktu untuk membangun komunikasi politik untuk kepentingan partai-partai pengusung pasangan calon kepala daerah pada Pilkada 2024. Sedangkan syarat 20 % kursi parleman di DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota untuk bisa mengusung pasangan calon merupakan hasil Pemilu 2024.
Kedua, Pemantik bagi kekuatan politik yang berkepentingan dengan calon yang akan diusung pada pilkada 2024. Dengan membangun komunikasi politik apalagi diformalkan dalam bentuk deklarasi tertulis mengusung calon Bupati Kabupaten Bogor, akan menjadi pemantik baik bagi kekuatan politik elit maupun kekuatan politik di tingkat lokal. Namun, walaupun mempunyai beberapa nilai strategis, harus pula diperhitungkan dan diantisipasi berbagai hal yang bisa jadi memunculkan berbagai kerugian, khususnya bagi Calon yang diusung sejak dini.
Seperti halnya DPD Golkar dan DPD PAN secara resmi pada hari ini mendeklarasikan Jaro Ade sebagai Calon Bupati Kabupaten Bogor pada Pilkada 2014 mendatang. Diantara nilai yang tidak strategisnya dan itu adalah : Pertama, Perolehan Suara dan Kursi PAN pada Pemilu 2024. PAN diprediksi oleh berbagai lembaga survei, pada pemilu 2024 akan menempati posisi partai menengah bahkan di Kabupaten Bogor cenderung partai menengah ke bawah dalam raihan suara dan kursi pada pemilu 2024. Padahal kita semua tahu bahwa ketika PAN mendeklarasikan Jaro Ade secara dini, salah satu maksudnya adalah berharap PAN bisa mendorong kadernya menjadi wakilnya Jaro Ade. Sehingga dengan prediksi raihan suara PAN pada Pemilu 2024 diprediksi sebagai partai menengah ke bawah akan sangat merugikan Jaro Ade.
Kedua, stigma mengunci. Akan memuncul stigma “mengunci” bagi aktor-aktor politik di tingkat lokal, yang sebetulnya berkeinginan juga mengusung Jaro Ade sebagai calon Bupati Bogor pada Pilkada 2024.
Ketiga, Menjadi Sasaran tembak di awal. Tentu saja dalam dinamika politik yang namanya kawan dan lawan selalu mengiringi dialektikanya. Dengan adanya deklarasi sejak dini PAN dan Golkar dalam mengusung Jaro Ade sebagai calon Bupati Bogor akan menjadi sasaran tembak bagi lawan-lawan politik Jaro Ade.
Keempat, Pemilu 2024 terlebih dahulu. Akan banyak pandangan bahwa Jaro Ade “kegenitan”, karena ditengah semua kekuatan politik diseantero negeri sedang berdinamika dan berdialektika secara “panas” dalam proses Pemilu 2024, ini malah sudah sudah ngurusin Pilkada 2024. Padahal semua partai politik di semua tingkatan sedang berjibaku memenagkan pasangan calon presiden masing-masing dan berusaha mendongkrak tingkat elektabilitas masing-masing partai politik.
Namun demikian, tentu saja saya hanya sebatas menganalisis dan mengingatkan. Tentunga baik golkar, PAN maupun Jaro Ade sudah mengkalkulasi secara matang dan konprehensif teekait Deklarasi ini. Karena pada akhirnya keputusan final untuk mendaftar ke KPU sebagai pasangan calon Bupati Bogor sangat dipengaruhi oleh dua hal. Raihan suara dan kursi pada Pemilu 2024 dan rekomendasi pasangan calon dari DPP Partai pengusung.
Penulis: Yusfitriadi
Pengamat Politik dan Kebijakan Publik









